Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mencatat ada tiga desa dari 48 desa yang belum memiliki lahan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Tiga lokasi itu yakni Tetede, Lebangkar, dan Kalabeso.
“Kalau kita kalkulasikan untuk persentase percepatan pelaksanaan program KDKMP baru di angka 44 persen. Persentase itu dianggap sudah cukup baik dibandingkan kabupaten/kota yang lain,” Kata Kadis KUKMindag Sumbawa, E. S. Adi Nusantara, kepada Suara NTB, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia melanjutkan, faktor utama yang menjadi penghambat percepatan program tersebut yakni persoalan lahan. Apalagi masih ada 48 desa belum mengajukan lokasi pembangunan, 30 aset tanah Barang Milik Daerah (BMD) di 30 Desa disetujui untuk KDKMP dan 13 lokasi BMD di 13 Desa ditolak.
“Aset milik pemerintah provinsi dan kementerian lembaga yang ada di daerah juga kita surati untuk permohonan lahan, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban,” ujarnya.
Adi melanjutkan, persoalan lain yang ditemukan di lapangan yakni ada lahan dan luasnya sudah sesuai persyaratan, tetapi posisinya tidak strategis. Artinya, lokasi pembangunan gerai terdekat tidak berada di dekat pemukiman masyarakat, sehingga menjadi pertimbangan lebih lanjut.
“Jadi, ada lokasi yang kita anggap layak baik dari segi kontur tanah dan luas yang dibutuhkan sesuai, tetapi lokasi jauh sekitar 2 kilometer dari permukiman penduduk itu juga tidak disetujui oleh PT Agrinas,” ucapnya.
Jarak yang jauh dari permukiman tidak disetujui lanjut Adi, lantaran hajat dari keberadaan KDKMP tersebut melayani warga setempat. Kalaupun ditemukan lokasi strategis dan dekat dengan permukiman masyarakat,luas lahannya tidak sesuai persyaratan yakni kurang dari 30X20 meter persegi.
“Itulah persoalan yang sering y terjadi di lapangan, sehingga kami juga kesulitan untuk memacu persentase realisasi pelaksanaan program tersebut,” tambahnya.
Pemerintah pun tetap mengupayakan untuk pembangunan gerai KDKMP tersebut bisa tuntas di pertengahan tahun 2026. Pihaknya saat ini tengah mempercepat untuk pembangunan gerai KDKMP di Desa Jorok, Kecamatan Utan.
“KDKMP di Desa Jorok pembangunannya terus berproses dan kami berharap setelah lebaran bangunan tersebut bisa diresmikan dan langsung beroperasi,” timpalnya.
Ia pun meyakinkan, pemerintah juga sudah melakukan pelatihan terhadap 330 pengurus KMP se-Kabupaten Sumbawa pada akhir tahun 2025 lalu. Pelatihan itu dibagi dalam tiga wilayah, yakni di wilayah Timur, dalam Kota Sumbawa, dan wilayah Barat dan mereka sudah siap untuk bekerja.
“Semua pengurus KDMP sudah kita latih dan mereka sudah siap untuk bekerja tinggal proses pembangunan gerai untuk operasionalnya saja yang belum,” tukasnya.(ils)


