spot_img
Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATDampak Banjir, Akses Jalan di Sekongkang Lumpuh

Dampak Banjir, Akses Jalan di Sekongkang Lumpuh

Taliwang (Suara NTB) – Tanah longsor menutup ruas jalan provinsi di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Akibatnya, akses jalur darat satu-satunya yang menghubungkan KSB dengan Kabupaten Sumbawa jalur selatan itu mengalami lumpuh total.

Informasi yang diperoleh Suara NTB, longsor diperkirakan terjadi pada, Rabu malam (25/2). Sejak saat itu, lalu lintas kendaraan di jalur tersebut, lumpuh total karena ketinggian material longsor yang menutupi permukaan jalan sangat sulit dilalui.

Longsoran di jalan jalur selatan itu, pun sangat dirasakan dampaknya oleh warga setempat. Terutama oleh warga Desa Tatar dan Desa Talonang Baru, karena titik terparah longsor terjadi tepat diantara kedua wilayah desa tersebut.

Kepala Desa Talonang Baru, Budi Haryo membenarkan longsor yang menyebabkan akses menuju Desa Talonang Baru terputus. Titik terparah longsor terjadi di jalur Tongo Loka. “Ada beberapa titik longsor, tetapi yang benar-benar melumpuhkan akes jalan menuju ke desa kami yang di Tongo Loka,” terangnya saat dikonfirmasi media ini, Kamis (26/10).

Penyebab longsor pun ditengarai karena cuaca ekstrem. Beberapa hari ini kata Budi, wilayah Sekongkang dan sekitarnya terus diguyur hujan dengan intensitas yang sangat tinggi. Hal itu membuat permukaan tanah disepanjang jalan jalur selatan menuju wilayahnya menjadi jenuh yang pada akhirnya memicu longsor.

“Dan ini benar-benar berdampak ke warga kami. Karena jalan itu satu-satunya akses alur distribusi barang dan aktivitas perekonomian warga kami ke Taliwang,” tegas Budi.

Untuk mengatasi longsor itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dibantu TNI/Polri, untuk mempercepat proses penanganan cepat.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), agar perusahaan tersebut menerjunkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menghalangi jalan.

“Alhadulillah sudah ada respon dari AMMAN dan saat ini sedang mengirim alat berat langsung ke lokasi,” sebut Budi seraya mengatakan, proses pembersihan harus menggunakan eskavator.

“Tidak bisa dibersihkan secara manual. Terlalu berbahaya. Takutnya nanti ada material longsor yang jatuh karena lokasinya sangat becek,” sambungnya.

Ia mengimbau, khusus bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk berhati-hati ketika melintas di jalan jalur Tongo-Tatar hingga ke Talonang. Kata dia, pada musim hujan jalur tersebut sangat rawan terjadinya longsoran. “Nah kadang batu besar bisa jatu dari atas tebing sampai ke jalan kalau hujan. Makanya kami minta warga berhati-hati,” sarannya.(bug)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO