spot_img
Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIH. Muhazzam: Mantan PMI Saudi Arabia, Kampanyekan Pengobatan Bekam di Tengah Gempuran...

H. Muhazzam: Mantan PMI Saudi Arabia, Kampanyekan Pengobatan Bekam di Tengah Gempuran Pangan Berisiko

Mataram (suarantb.com) – Tangan H. Muhazzam bergerak lembut, menyentuh titik-titik aliran darah di tubuh pasiennya. Satu per satu alat disiapkan dengan rapi. Malam itu, usai menunaikan salat tarawih, ia bergegas memenuhi panggilan seseorang di Kota Mataram, yang membutuhkan terapi bekam.

Tak sampai puluhan menit, ia tiba. Penampilannya sederhana. Tutur katanya tegas. Keyakinannya tentang manfaat bekam begitu kuat.

Di balik kesederhanaannya, tersimpan perjalanan panjang. H. Muhazzam bukanlah terapis yang lahir dari bangku akademik kesehatan. Ia adalah mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pernah mengadu nasib di Arab Saudi.

“Saya berangkat ke Saudi Arabia tahun 2010 sebagai PMI. Empat tahun di sana,” tuturnya, Jumat, 27 Februari 2026.

Di negeri orang, ia bekerja sebagai sopir. Alhamdulillah, ia mendapatkan majikan yang baik. Saat itu, rata-rata gaji pekerja sekitar Rp800 ribu, sementara ia menerima 1.200 riyal atau sekitar tiga jutaan rupiah per bulan jika dikonversi saat itu. Makan pun ditanggung. Bahkan ketika Ramadan, sahur dan berbuka diantar.

Namun sepulang bekerja dari Arab Saudi, jalan hidupnya berubah. Pertemuannya dengan almarhum Pak Musagar, seorang pengusaha sekaligus ahli bekam menjadi titik balik. Awalnya, ia hanya membantu sebagai asisten. Dari sanalah ia mulai belajar teknik demi teknik.

“Tekniknya saya belajar langsung dari beliau. Teorinya saya dalami dari buku dan internet. Intinya dalam bekam, kita harus tahu titik yang boleh dan yang dilarang,” katanya.

Bekam, atau hijamah, bukan sekadar mengeluarkan darah. Ada ilmu, kehati-hatian, dan tanggung jawab di dalamnya. Ia memahami betul bahwa keselamatan pasien adalah yang utama.
Dalam praktiknya, terdapat 10 titik sunnah yang bisa diterapkan pada pasien dengan kondisi fisik kuat. Jika pasien lemah, jumlah titik harus dikurangi.

“Kalau pasinnya kuat, bisa belasan titik bekam. Kalau banyak titik bekamnya, biasanya pasien bawaannya sering ngantuk dan tidur nyenyak. Bekam itu pada dasarnya mengeluarkan kotoran yang mengendap di darah. Seperti kita buang tinja, air seni, atau keringat. Itu semua proses pembuangan zat sisa,” jelasnya.

H. Muhazzam mengaku, penyakit yang paling cepat merespons bekam adalah tekanan darah tinggi, kolesterol, asam urat, dan gula darah.

“Tujuan bekam sebenarnya mengaktifkan organ seperti jantung, hati, paru-paru, ginjal, dan limpa. Kalau aliran darah bersih, suplai ke organ juga baik. Organ sehat, Insya Allah tubuh sehat,” ujarnya.
Ia menyoroti kondisi zaman sekarang, ketika masyarakat dibombardir makanan dan minuman instan, penuh pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan lemak berlebih.

“Zat-zat itu biasanya mengendap di darah dan bisa jadi sumber penyakit. Salah satu cara membantu mengeluarkan zat negatif itu adalah bekam,” katanya.

Baginya, bekam bukan sekadar terapi, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap gaya hidup yang abai pada kesehatan. Setelah bekam, ia bahkan mempersilakan pasien mengecek ulang kadar kolesterol, gula darah, atau asam urat. Ia yakin ada perubahan, berdasarkan pengalaman banyak pasiennya.

“Insya Allah turun. Sudah banyak yang merasakan. Bahkan ada yang gula darahnya di atas 400, setelah dibekam berkali-kali bisa turun bagus,” ucapnya mantap.

Asalkan, bekam dilakukan rutin dan disertai pola makan terjaga, bekam dapat membantu mencegah penyakit berat seperti stroke.

Sejak 2016, H. Muhazzam mulai praktik mandiri. Pasiennya datang dari berbagai kalangan di Pulau Lombok, bahkan di Pulau Sumbawa. Tidak ada tarif pasti yang dipatok. Karena semua dilakukan dengan mendasari dari niat untuk ibadah.

“Karena ada kepuasan tersendiri kalau pasien bilang badannya lebih ringan dan enakan. Kita ikut merasa sehat,” katanya.

Jika pasien tak mampu datang, ia yang mendatangi. Baginya, orang sakit tidak boleh dipersulit.
“Prinsipnya jangan memberatkan orang sakit,” tegasnya.

Bekam ia lakukan menyesuiakan jenis kelamin. Jika pasiennya laki-laki, ia yang tangani. Jika Perempuan, istrinya yang tangani. Istrinya juga sudah memiliki ilmu tentang bekam.

Jumlah pasien dalam sebulan tak menentu ia bekam. Kadang dua sampai tiga orang sehari, kadang beberapa hari kosong. Namun sehari pesanan bekam bisa banyak sekali masuk. Hingga kewalahan. Trend bekam untuk pengobatan semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Semuanya mengalir dari cerita mulut ke mulut.

Kini, bekam bahkan berkembang ke ranah kecantikan. Di sejumlah salon, terapi bekam wajah diminati untuk membantu mengatasi jerawat akibat lemak berlebih dalam darah. Namun ia tetap mengingatkan, bekam bukan solusi tunggal.

“Percuma rutin bekam kalau pola makan tidak dijaga. Makanan berminyak, berlemak, penuh pengawet tetap harus dikurangi,” pesannya.

Bekam bisa dilakukan mulai usia tujuh tahun. Lansia pun bisa, selama memilih area kulit yang masih memungkinkan. Namun ada kondisi tertentu yang tidak dianjurkan, seperti pasien cuci darah, herpes, demam tinggi, perempuan haid, nifas, dan hamil.

“Keamanan nomor satu. Kita harus ikut standar dan hindari titik berbahaya, dan waktunya harus melihat kondisi pasiennya,” tegasnya.

Berapa kali idealnya bekam bisa dilakukan? Menurutnya, bisa dilakukan setrusnya secara rutin. Sebagaimana anjuran Rasulullah. Ia menyebut penelitian kesehatan menyarankan sekitar 120 hari atau tiga bulan sekali. Namun dalam riwayat, Rasulullah SAW menganjurkan sebulan sekali.

“Sekarang makanan sudah banyak yang tidak alami. Tidak ada salahnya dibersihkan sebulan sekali. Tapi kembali ke pilihan masing-masing,” ujarnya bijak.

H. Muhazzam adalah putra asli Punia, Mataram. Dari kampung halamannya ia kini konsisten mengabdikan diri untuk membantu menyehatkan banyak orang dengan terapi bekam. Perjalanan hidupnya dari sopir di Arab Saudi hingga menjadi terapis bekam menjadi bukti bahwa jalan pengabdian bisa datang dari mana saja.

Di tengah gempuran makanan dan minuman “tak aman”, ia memilih berdiri dengan cara sederhana, membantu orang menjaga kesehatan lewat sentuhan tangan dan keyakinan.

Bagi yang membutuhkan terapi bekam, H. Muhazzam siap mendatangi selama jaraknya masih terjangkau. Ia dapat dihubungi melalui 081803488928. Bagi H. Muhazzam, bekam bukan sekadar profesi. Ia adalah panggilan hati. Sebuah ikhtiar kecil untuk membantu sesama tetap sehat di tengah zaman yang kian penuh tantangan. (bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO