Giri Menang (suarantb.com) – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan ini banyak menuai keluhan dari masyarakat di Lombok Barat (Lobar). Pasalnya menu yang diberikan ke warga hanya kurma, roti dan susu. Warga pun mempertanyakan nilai satu porsi MBG ini. Di satu sisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar sendiri tidak bisa berbuat banyak, lantaran menu MBG ini kebijakan pemerintah pusat, tidak melibatkan Pemkab.
Kepala Desa Batulayar Masnun mengatakan MBG di desanya menuai masalah di lapangan. Lantaran banyak diantara warganya yang protes menu MBG ini. Keluhan itu disampaikan secara langsung dan melalui media sosial. “Guru-guru mengeluh, wali murid juga mengeluh, ya kalau saya lihat menunya itu wajar dikeluhkan,” kata Masnun.
Menu MBG ini dikeluhkan warga lantaran hanya berisikan empat biji kurma, roti dan susu. Menu lainnya berisi pisang satu, roti, dan satu butir telur. Harusnya, kata dia, menu MBG ini lebih berisi banyak lagi. Pihaknya seringkali menyampaikan protes warga ini ke pihak pengelola, namun tidak mau dijawab. Terlebih dampaknya dirasakan oleh warganya.
Sementara itu, Asisten I yang juga Ketua Satgas MBG Lobar, H. Saepul Ahkam mengatakan, terkait menu MBG ini disyaratkan oleh BGN digantikan menggunakan yang tahan lama. Rata-rata dipilih menu seperti roti, telur, supaya bisa tahan dalam beberapa jam.
Terkait standar nilai dan gizi dari menu ini, dari perkiraan dan penilaian memang dipertanyakan sejumlah pihak. Namun, dari sisi ahli gizi dan BGN tidak ada masalah dengan kandungan gizi tersebut. “Ini kasus nasional, saya ikut grup SPPG nasional, dalam bulan puasa ini, semua dikeluhkan itu, rata-rata sejenis,” kata dia.
Ahkam mengaku Pemkab tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya bahkan sudah mengumpulkan dan melatih ahli gizi. Pihak mitra juga telah dikumpulkan. Namun lagi-lagi dari konfirmasi memang informasi terbatas diterima pihaknya. (her)


