Mataram (Suara NTB) – Kegiatan berbagi takjil bersama komunitas ojek online (ojol) dan jajaran Polsek Mataram berlangsung penuh kehangatan di tengah kesibukan masyarakat menjelang waktu berbuka puasa, kemarin. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Mataram dan turut dihadiri anggota DPRD Kota Mataram, Haris Maulana.
Aksi sosial ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengemudi ojol yang tetap bekerja melayani masyarakat selama bulan Ramadhan. Di lokasi kegiatan, takjil dibagikan kepada para pengemudi yang melintas maupun yang sedang menunggu pesanan.
Kapolsek Mataram menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk membagikan makanan berbuka puasa, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat kepolisian, komunitas ojol, dan masyarakat.
“Momentum Ramadhan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online yang setiap hari berada di jalan. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan humanis,” ujar Kapolsek.
Hal senada disampaikan Haris Maulana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia menilai kolaborasi antara aparat, wakil rakyat, dan komunitas masyarakat merupakan langkah positif dalam membangun kota yang harmonis.
Menurut Haris, para pengemudi ojek online merupakan pejuang nafkah yang bekerja tanpa mengenal waktu, termasuk di bulan Ramadhan. Mereka tetap setia mengantar makanan, barang, hingga penumpang demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kegiatan berbagi takjil ini memang sederhana, tetapi sarat makna. Ini bentuk apresiasi atas dedikasi para driver ojol yang terus bekerja meski sedang menjalankan ibadah puasa. Semoga kebersamaan seperti ini bisa terus terjalin,” kata politisi Partai Golkar ini.
Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi. Aparat kepolisian, anggota dewan, dan para pengemudi ojol tampak saling berbincang dan berdialog ringan mengenai situasi keamanan serta kondisi di lapangan.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut dinilai sebagai simbol pentingnya kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Mataram. Pendekatan yang mengedepankan kebersamaan diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif, khususnya selama bulan Ramadhan.
Para pengemudi ojol yang menerima takjil mengaku mengapresiasi perhatian yang diberikan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk dukungan moral bagi para pekerja sektor informal.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap nilai-nilai Ramadhan seperti empati, kepedulian, dan persaudaraan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Kebersamaan antara aparat, wakil rakyat, dan komunitas menjadi fondasi penting dalam membangun Kota Mataram yang aman, damai, dan sejahtera. (fit)

