Bima (Suara NTB) – Seorang balita bernama Muhammad Ibadillah (3), warga Dusun Kampung Sigi, Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, dilaporkan hanyut di Sungai Kampo Sigi pada Senin, 2 Maret 2026. Korban belum ditemukan, sehingga operasi pencarian terus dilakukan.
Peristiwa itu terjadi di sungai yang berada di belakang area pemakaman Kampung Sigi. Berdasarkan informasi, korban awalnya mandi bersama dua temannya di bantaran sungai. Beberapa saat kemudian, ia berenang seorang diri sebelum tiba-tiba terseret arus dan hilang dari pandangan.
Sekretaris Desa Rato, Abdul Majid, segera melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Mataram pada hari yang sama. Tim Rescue Pos SAR Bima langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Pada hari pertama pencairan, tim SAR gabungan menyisir area sekitar titik awal kejadian hingga pukul 22.00 WITA. Namun, upaya pencarian belum membuahkan hasil, sehingga operasi dihentikan sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan keesokan harinya.
Koordinator Pos SAR Bima, M. Firdaus menyampaikan bahwa pencarian hari kedua dimulai Selasa (3/3) pukul 06.00 WITA dengan perluasan area. Area pencarian dibagi menjadi dua. Tim melakukan penyisiran sungai sejauh 5,91 kilometer dari titik awal kejadian. Tim lainnya melaksanakan penyisiran ke arah hilir sejauh 2 nautical mile (NM).
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima bersama unsur TNI, Polri, BPBD Kabupaten Bima, Tagana Dinas Sosial, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan air dengan dukungan tiga perahu karet milik Polairud, Basarnas, dan BPBD.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima Nurul Huda, menyebutkan korban yang terseret di sungai itu merupakan anak dari pasangan Syahrul dan Sinta yang beralamat di RT 10 RW 05 Dusun Kampung Sigi, Desa Rato. Proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari SAR Pos Bima, BPBD, TNI-Polri dan masyarakat setempat.
“Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian korban. Hingga pukul 21.30 WITA korban belum berhasil ditemukan dan pencarian dihentikan sementara,” ujarnya.
Pihaknya telah menyiapkan kebutuhan mendesak dalam operasi tersebut. Diantaranya, tambahan perahu karet dan pelampung untuk mendukung penyisiran di sepanjang aliran sungai. Proses pencarian terus dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.(hir)


