Giri Menang (suarantb.com) – Warga masyarakat di wilayah Utara Lombok Barat, seperti Batulayar dan Gunungsari butuh diperhatikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) lantaran masih terkendala infrastruktur dasar, di antaranya jalan, air bersih, dan sinyal telekomunikasi. Padahal wilayah Batulayar yang notabene kawasan pariwisata ternama sebagai penyumbang PAD bagi Lobar.
Kepala Desa Batulayar Barat, Marjuni mengatakan dengan topografi wilayah yang perbukitan dan dataran rendah sehingga memiliki persoalan tersendiri. Sebagian pemukiman di perbukitan terkendala sinyal telekomunikasi. Namun, tidak semua daerah ini terkendala sinyal, seperti di Dusun Duduk Atas, telah mulai terlayani, tidak seperti dulu. Selain itu kebutuhan dasar, air bersih juga sangat dibutuhkan warganya. “Ini makanan pokok kami,” imbuhnya.
Ia mengakui, hampir di semua dusun masih membutuhkan air bersih atau mengalami krisis air. Air bersih ini pun perlahan-lahan ditangani, dengan menyiapkan Pamsimas. Pihaknya menyuplai ke daerah Dusun bagian atas bukit. Selain itu, penanganan air bersih pernah diinsiasi melalui Pusuk, tetapi belum terealisasi sampai sekarang.
Selain itu warganya membutuhkan akses jalan ke pemukiman. Dengan kondisi rumah penduduk yang tersebar memerlukan akses jalan yang memadai. Saat ini akses jalan banyak setapak kondisinya rusak parah. Bahkan akses jalan ke masyarakat cukup kontras dengan ke vila-vila yang jauh lebih mentereng akses jalannya.
Menurutnya setahun kepemimpinan Bupati Lobar ini, belum semua program berjalan. Termasuk ia berharap program Rp1 miliar per desa dan Rp100 juta per dusun, lebih dioptimalkan tahun depan.
Namun ia melihat setahun ini sudah terlihat hasil pembangunannya. “Karena belum setahun, harapan kami sih agar direalisasikan pelayanan air bersih ke desa kami dan jalan dari Pusuk ke Mangsit,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Batulayar Masnun bahwa program pembangunan di desanya ada era awal pemerintahan Bupati sekarang ini, belum ada. Tetapi ia melihat dari pergerakan Bupati LAZ luar biasa. Menurutnya dalam waktu setahun ini mungkin belum bisa menggerakkan atau memaksimalkan pembangunan di semuanya daerah. Sebab desa di Lobar saja berjumlah 119 desa.
“Tidak mungkin dia (Bupati) meng-cover semua dalam setahun, tapi kami melihat pergerakan beliau luar biasa,” imbuhnya.
Hal itu terbukti dengan respons cepat Pemda dalam hal ini Bupati terhadap nelayan yang terdampak cuaca ekstrem di wilayahnya. Pihaknya nengusulkan bantuan kepada nelayan tersebut dan usulan itu pun direspon oleh Bupati. “Alhamdulillah beliau langsung menyalurkan bantuan tersebut untuk nelayan yang tidak bisa mencari nafkah karena ombak besar,” ujarnya.
Namun demikian ia berharap agar penanganan infrastruktur dasar ini harus diperhatikan. Pihaknya telah mengusulkan proposal penanganan beberapa jalan di wilayah setempat, termasuk jalan Kabupaten yang belum disentuh. Sedangkan terkait akses air bersih telah ditangani bertahap melalui program Pemkab berupa sumur bor. Melalui sumur bor ini, ditargetkan air bersih di empat Dusun bisa diatasi. “Sekarang masih dalam proses pengeboran,”sambungnya.
Sumur bor ini diusulkan warga pada saat safari Ramadan, saat itu Pj Bupati H Ilham. Tahun ini sumur bor ini pun direalisasikan tahun 2025. Namun sampai sekarang belum dibangun karena ada kendala. Sampai saat ini belum selesai pengeborannya. Warga juga bisa mengambil di sumber air terdekat untuk konsumsi, seperti warga empat dusun mengakses air ke villa-villa.
Sementara itu, Bupati LAZ dalam sebuah kesempatan safari Ramadhan di wilayah utara Kabupaten Lombok Barat menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat, selama satu tahun masa kepemimpinannya.
“Alhamdulillah, sudah hampir satu tahun saya mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat Lombok Barat. Saya tidak mungkin melupakan masyarakat Gunungsari, karena saya sendiri tinggal di Gunungsari,” ucapnya.
Ia juga merespons aspirasi Kepala Desa setempat, terkait sejumlah kebutuhan pembangunan. “Apa yang menjadi keluhan pasti kami perjuangkan. Semua butuh proses dan bertahap, mana prioritas akan kami dahulukan,” tegas LAZ.
LAZ menegaskan bahwa pihaknya memikirkan semua daerah untuk pembangunan ke depan. Ia tidak saja memperhatikan daerah tengah dan selatan saja, tetapi juga wilayah utara. Di mana pihaknya telah membangun jogging track dan Dermaga Senggigi. Begitu pula penerangan jalan umum di kawasan wisata itu telah terang. “Alhamdulillah dari Meninting sampai perbatasan dengan KLU sudah terang, begitu pula daerah lain,” pungkasnya. (her)


