Senin, Maret 9, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMPerlu Pelibatan Tuan Guru Meminimalisasi Kekerasan Seksual

Perlu Pelibatan Tuan Guru Meminimalisasi Kekerasan Seksual

Mataram (suarantb.com) – Kasus kekerasaan seksual terhadap anak di lingkungan madrasah atau pondok pesantren terus terjadi. Fenomena ini ibarat gunung es, sehingga perlu pelibatan tuan guru guna meminimalisir kasus tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram, H. Zuhhad ditemui pekan kemarin mengaku, belum mendapatkan data lengkap terkait kasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak di Kota Mataram. Permasalahan akan dipelajari terlebih dahulu, sehingga akan dicari tahu akar permasalahannya serta solusi. “Coba nanti kita pelajari lebih lanjut,” jawab Zuhhad.

Mantan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Kota Mataram mengaku, prihatin atas kasus guru ngaji di Ampenan diduga melecehkan tujuh orang muridnya tersebut. Kasus ini tidak boleh terjadi lagi di kalangan pondok pesantren, madrasah maupun tempat kegiatan agama.

Dalam pencegahan kasus kekerasaan seksual di lingkungan madrasah maupun ponpes kata Zuhhad, perlu pelibatan ustadz dan tuan guru. Para tokoh agama ini dinilai memiliki peran penting untuk mengingatkan masyarakat. “Kita perlu libatkan tuan guru untuk mencegah kasus kekerasaan seksual ini,” tegasnya.

Tujuh anak di Ampenan yang diduga menjadi korban pelecehan seksual guru ngajinya tersebut, akan dilakukan pendampingan secara psikologi. Hal ini dinilai penting untuk memulihkan psikologi anak, agar tidak trauma atau merasa ketakutan. “Insya Allah, kita akan dampingi,” ucapnya.

Zuhhad menyadari bahwa kasus kekerasaan seksual pada anak ibarat fenomena gunung es. Artinya, pemerintah bersama stakeholder terkait rutin memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, tetapi kasus tersebut masih saja ditemukan.

Tantangan dihadapi terutama lemahnya pengawasan orang tua. Pendidikan agama harus ditanamkan sejak dini pada anak serta mendorong penguatan dalam keluarga. Selain itu, ia mengharapkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat serta stakeholder terkait membantu pemerintah guna mencegah kasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak di Kota Mataram.

“Kita perlu memberikan pendidikan agama kepada anak-anak. Kami juga meminta peran para ustaz dan tuan guru untuk membantu,” demikian kata Zuhhad. (cem)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO