Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Sumbawa, memastikan akan segera melakukan pendataan terhadap travel Umroh yang beroperasi di wilayah setempat untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan.
“Selama ini di Sumbawa hanya satu perusahaan yang memiliki legalitas sebagai cabang, sementara lainnya hanya sebatas perwakilan. Kantor perwakilan ini juga belum melaporkan,” Kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sumbawa, Ardi Suzami.
Ardi melanjutkan, pendataan travel umroh dianggap sangat penting dilakukan untuk mengetahui secara detail. Baik itu berapa jamaah yang akan berangkat, sudah melaksanakan ibadah umroh, dan yang pulang, termasuk juga data jemaah di masing-masing travel yang berangkat.
“Proses pendataan masih kita lakukan secara bertahap dengan cara pemetaan perusahaan-perusahaan yang bergerak sebagai perwakilan dan untuk kita pastikan,” ucapnya.
Prinsipnya pembentukan Kemenhaj dan Umroh dilakukan pemerintah untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan ketertiban dalam pelaksanaan ibadah umroh. Pendataan itu dianggap sangat penting dilakukan, untuk menekan munculnya travel umroh “bodong”.
“Data jamaah yang berangkat melalui masing-masing travel ini sangat penting kita himpun, sehingga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan selama ibadah umroh bisa kita deteksi untuk kita sikapi lebih lanjut,” ujarnya.
Disinggung apakah ada jemaah umroh yang terdampak meningkatnya eskalasi politik di Timur Tengah, Ardi mengaku sampai saat ini, belum mendapatkan laporan secara resmi. Namun, hasil komunikasi terakhir dengan salah satu kerabatnya yang berangkat melakukan umroh rata-rata mereka sudah berada ke Sumbawa.
“Kalau untuk laporannya resminya kami belum dapat, tetapi hasil komunikasi terakhir 43 jamaah umroh sudah kembali ke Sumbawa. Kami juga akan terus melakukan pendataan lebih lanjut,” tukasnya. (ils)

