Selasa, Maret 10, 2026

BerandaHEADLINEPawai Takbiran dan Ogoh-ogoh Hampir Berbarengan, Bupati KLU Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi...

Pawai Takbiran dan Ogoh-ogoh Hampir Berbarengan, Bupati KLU Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi Beragama

Tanjung (suarantb.com) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., mengajak seluruh masyarakat KLU untuk memperkuat toleransi beragama khususnya di bulan Ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi – tahun ini.

Betapa tidak, menjelang akhir Ramadan, terdapat momen penting di mana umat Islam dan Umat Hindu di seluruh Indonesia termasuk di Lombok Utara, akan menggelar Pawai Takbiran dan Pawai Ogoh-ogoh. Ia optimis, tradisi agama yang sarat makna bagi kedua umat ini, akan berjalan lancar di tengah semangat keberagaman dalam persatuan dan toleransi beragama.

Bupati dalam Safari Ramadan Tim I di Masjid Nurul Hidayah, Dusun Kerujuk, Desa MenggalaK kecamatan Pemenang, Senin (9/3/2026) malam, mengungkapkan tradisi beragama pada bulan puasa tahun ini berbarengan dengan tradisi Umat Hindu yaitu Pawai Ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Untuk itu, momen ini hendaknya menjadi perekat persatuan dalam keberagaman beragama.

“Ketika saudara-saudara kita Umat Hindu menggelar Pawai Ogoh-ogoh, besoknya kita pun akan melaksanakan Pawai Takbiran sebagai tanda hari kemenangan. Momen ini menjadi bukti keharmonisan saat umat Islam menyambut Lebaran dan umat Hindu melaksanakan ibadah Nyepi secara berdampingan,” ungkap Najmul.

Menurut dia, tradisi beragama antar-umat yang beriringan seperti ini sulit ditemukan di negara manapun, kecuali Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi bukti, bahwa perbedaan-perbedaan ini tidak menjadi persoalan di tengah masyarakat. Kita perlu mengelola hidup dengan bijak dan tenang guna menghindari permasalahan.

Kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rasa syukurnya dapat bersilaturahmi langsung dengan warga dan jemaah masjid Dusun Kerujuk. Ia menekankan, pelaksanaan Ramadan di tengah masyarakat Muslim telah menapaki hari ke 19 dan ke-20. Perbedaan bilangan hari puasa tersebut agar tidak menjadi perdebatan.

“Tidak perlu diperdebatkan karena semuanya punya dalil masing-masing. Perbedaan dalam menyikapi awal puasa atau lebaran jangan sampai merusak persaudaraan kita. Bersama Tim I Safari Ramadhan, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dalam membangun Lombok Utara. Kuncinya adalah kita harus saling memahami, memiliki kesatuan pemikiran, serta semangat yang sama dalam membangun daerah ini,” demikian Najmul. (ari)

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO