Badung (Suara NTB) – Program Doktor (S3) Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Bali menggelar Sustainable Tourism Business International Symposium (STBis) 2026 dengan menghadirkan sejumlah profesor dan pakar pariwisata dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan internasional ini berlangsung di Grand Istana Rama Hotel, kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Jumat (13/3/2026).
Simposium sehari penuh yang diselenggarakan oleh Program S3 Bisnis Pariwisata di Politeknik Negeri Bali tersebut berlangsung dinamis dan komunikatif. Kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang terdiri atas mahasiswa doktoral kepariwisataan dari berbagai perguruan tinggi, enam mahasiswa asing, perwakilan organisasi non-pemerintah (NGO), alumni program double-degree, serta pelaku industri pariwisata dan media.
Sejumlah pakar internasional turut memaparkan gagasan mereka terkait pengembangan bisnis pariwisata berkelanjutan. Di antaranya Prof. Sylvene Pickel-Chevalier dari Angers University Prancis, Christian Pallmer dari Swisscontact Swiss, serta Rodney Westerlaken dari NHL Stenden University of Applied Sciences Belanda.
Dari kalangan akademisi tuan rumah, sejumlah guru besar Program S3 Bisnis Pariwisata PNB juga tampil sebagai pembicara. Mereka antara lain Prof. I Putu Astawa yang membahas manajemen bisnis pariwisata, Prof. Ni Made Ernawati tentang community-based tourism, Prof. I Made Darma Oka mengenai pengelolaan destinasi wisata, Prof. Gede Ginaya terkait komunikasi lintas budaya pariwisata, serta Prof. I Gede Mudana yang menyoroti pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan.

Selain perspektif akademik, simposium ini juga menghadirkan pengalaman praktis dari pelaku industri pariwisata. Beberapa pimpinan industri memaparkan praktik inovasi bisnis pariwisata berkelanjutan, antara lain I Ketut Murta Jaya Kusuma yang membahas teknologi dalam industri perhotelan, I Ketut Darmayasa terkait konsep green restaurant, serta Yohanes Safenson yang memaparkan perkembangan industri perjalanan dan online travel agent (OTA).
Kegiatan dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Bali yang diwakili Koordinator Program S3 Bisnis Pariwisata, Prof. I Putu Astawa, dan ditutup oleh Ketua Panitia STBis 2026, Prof. Ni Made Ernawati.
Dalam forum tersebut, para peserta mendiskusikan berbagai isu strategis terkait keberlanjutan pariwisata, mulai dari hubungan antara aspek lingkungan (planet), bisnis pariwisata (profit), hingga dimensi sosial dan budaya masyarakat (people). Berbagai gagasan dan solusi yang ditawarkan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan praktik bisnis pariwisata yang berkelanjutan di tingkat global maupun lokal.(r)

