Giri Menang (Suara NTB) – Dana transfer daerah ke Lombok Barat diproyeksikan naik sedikit pada tahun 2027. Kendati diproyeksi naik, tetapi belum sebanding dengan pemangkasan tahun ini sebesar Rp305 miliar lebih. Dengan begitu, Pemkab Lobar terus mengencangkan Pendapatan Daerah dari PAD untuk pembiayaan ke depan.
Kepala Bapperida Lobar Deny Arif Nugroho mengatakan bahwa proyeksi keuangan tahun 2027, Pihaknya masih melihat proyeksi untuk transfer pusat ke daerah. “Itu (transfer pusat ke daerah) sedikit mengalami kenaikan, tetapi belum menggoyang penurunan yang 305 Miliar, tetapi pendapatan asli daerah yang kita tingkatkan,” tegas Deny, kemarin.
PAD yang ditingkatkan dengan proyeksi Rp655,56 miliar, mengalami kenaikan dari tahun 2026 ini. Untuk lain-lain Pendapatan yang sah, masih tetap sama atau masih sama dengan tahun 2026. Sehingga total pendapatan daerah tahun depan, diproyeksikan 2,09 triliun. Kemudian, untuk belanja daerah diambil proyeksi dari apa yang sudah direncanakan dan tertuang dalam RPJMD maupun Renstra masing-masing OPD dengan melihat pertimbangan kondisi 2026 atau tahun berjalan.
Total belanja operasi diperkirakan Rp1,67 triliun, sehingga total keseluruhan untuk belanja daerah 2,33 triliun. Artinya masih terjadi gap antara pendapatan dan belanja daerah. Sehingga yang perlu dilakukan kebijakan terkait penganggaran, setelah Musrenbang ini akan dibahas dengan BKAD dan Bapenda untuk membahas lebih lanjut terkait kebutuhan terhadap Belanja.
Kemudian untuk proyeksi pembiayaan, penerimaan pembiayaan diasumsikan 0,3 miliar lebih dan pengeluaran pembiayaan 5 Miliar. Sementara itu Bapenda Lobar mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat (Lobar) mengalami kenaikan signifikan. Seperti tahun 2026, target PAD menyentuh angka Rp610 miliar dari target tahun ini Rp531,7 miliar.
Angka ini pun mendongkrak persentase kontribusi PAD terhadap APBD Lobar hingga 30 persen. Sehingga menempatkan Lobar pada posisi kedua sebagai daerah dengan persentase PAD terhadap APBD terbesar kedua di NTB. (her)

