Kamis, April 2, 2026

BerandaNTBLOMBOK TENGAHBebani Negara Rp347 Miliar, MotoGP Mandalika Beri Kontribusi hingga Rp4,96 Triliun

Bebani Negara Rp347 Miliar, MotoGP Mandalika Beri Kontribusi hingga Rp4,96 Triliun

Praya (Suara NTB) – Ajang MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit telah menyedot anggaran Negara hingga Rp 347 miliar dalam tiga tahun terakhir penyelenggraannya. Namun meski disebut-sebut membebani anggaran negara, penyelenggaraan MotoGP nyatanya telah mampu memberikan dampak balik bagi perekonomian nasional yang jauh lebih besar.
Studi yang dilakukan Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB) menyebutkan penyelenggaraa MotoGP Mandalika tahun 2025 lalu saja sukses memberi dampak ekonomi nasional senilai hingga Rp4,96 triliun.

Event ini berhasil menghadirkan sebanyak 140.324 orang penonton dan mendorong tingkat okupansi hotel hingga mencapai 100 persen di kawasan The Mandalika. Sementara di sekitar kawasan The Mandalika serta Pulau Lombok okupansi hotelnya antara 90-93 persen.
Tidak hanya itu, lebih dari 600 UMKM lokal terlibat selama penyelenggaraan balapan. Dengan 3.000 orang lebih terlibat sebagai tenaga kerja yang 67 persen diantaranya merupakan warga local Lombok Tengah (Loteng).

“Capaian ini menegaskan bahwa ajang MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi perhelatan olahraga internasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi nasional dan daerah,” sebut Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Warokka, Rabu (1/4/2026).

Berbicara pada acara Ngobrol Sore Mandalika secara daring, Troy mengatakan untuk menyelenggarakan event sekelas MotoGP memang butuh biaya yang tidak sedikit. Dengan biaya terbesar untuk membayar hosting fee kepada Dorna Sport selaku pemilik event. Belum lagi biaya persiapan dan operasional lainnya.

Di satu sisi pemasukan dari tiket ataupun sponsorship belum mampu menutupi kebutuhan biaya penyelenggaraan event MotoGP itu sendiri. Sehingga untuk memastikan event tetap terselenggara, maka Negara melalui ITDC hadir untuk menutupi kebutuhan biaya penyelenggaraannya. Dengan begitu event MotoGP bisa tetap terselenggara.

“Artinya, memang Negara harus mengeluarkan anggaran agar event MotoGP bisa terselenggara. Tapi biaya yang dikeluarkan itu tidak bisa kemudian dimaknai kerugian secara langsung. Karena dampak positif secara ekonomi yang ditimbulkan dari penyelenggaraan event MotoGP itu sendiri jauh lebih besar,” terangnya.

Dengan kata lain, Negara memang mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit. Tetapi yang merasakan manfaatnya masyarakat luar. Dan, tidak hanya pada satu aspek saja. Namun diberbagai aspek ekonomi. Jadi ketika bicara besaran biaya yang harus dikeluarkan Negara untuk menyelenggaraan event MotoGP, maka aspek lainnya juga harus dilihat. Tidak bisa hanya melihat satu sisi saja.

Lebih lanjut Troy menjelaskan, disebagian besar Negara yang juga menyelenggarankan event MotoGP, pemerintahnya juga ikut terlibat membiayai. Bahkan, dibeberapa Negara untuk hosting fee itu dibiayai sepenuhnya oleh Negara. “Kalau kita saat penyelenggaraan MotoGP pertama saja yang hosting fee-nya ditanggung oleh negara. Setelahnya kontribusi anggaran Negara semakin berkurang,” imbuhnya.

Ke depan, ITDC berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan terkait penyelenggaraan event MotoGP. Supaya dari sisi pembiayaan bisa lebih efisien. Sehingga tidak terus-terusan membenani anggaran Negara. Dengan tetap menjaga kualitas penyelenggaraan event itu sendiri.
“Intinya MotoGP harus tetap ada. Itu semua butuh dukungan bersama semua pihak. Negara terlibat dalam hal ini untuk memastikan event MotoGP terus hadir dan bisa terus berkontibusi menggerakkan ekonomi daerah maupun nasional. Menjadi motor penggerakan pertumbuhan ekonomi dikawasan. Sekaligus menjadi magnet investasi di kawasan The Mandalika itu sendiri,” tandasnya.

Tak Terpengaruh Perang

Disinggung penyelenggaran event MotoGP Mandalika 2026, Troy mengatakan tetap sesuai jadwal yang sudah. Sejauh ini pihaknya belum mendapatkan konfirmasi dari Dorna Sport soal adanya perubahan jadwal penyelenggarana GP Indonesia. Meski saat ini dunia sedang dilanda ketegangan, dampak perang Iran-Amerika, Israel.

“MotoGP di Indonesia tetap digelar sesuai jadwal yakni tanggal 9, 10, dan 11 Oktober 2026 mendatang. Tidak ada perubahan jadwal sejauh ini dampak dari perang yang sedang terjadi,” tegas Troy. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN



VIDEO