Mataram (Suara NTB) – Berhasil menyelenggarakan Sustainable Tourism Business International Symposium (STBis) pada 13 Maret lalu, Program Doktor (S3) Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) kembali menggebrak dengan menggelar konferensi internasional berskala besar di Bali pada 23-25 September tahun ini.
Di bawah naungan International Research Center for Higher Education and Business Cooperation, konferensi bernama International 6th Global Conference on Entrepreneurship and Economy in an Era of Uncertainty atau disingkat EEEU26 (https://eeeu26.gjem.press/) dalam pelaksanaannya di Bali ditangani oleh program doktor yang terkenal dengan brand “S3 D’Bispar-The Tourism School of Life” ini.
Konferensi internasional EEEU26 mengambil tema “Entrepreneurship Across Borders: Technology, Tourism, and Social Change” (Kewirausahaan Lintas Batas: Teknologi, Pariwisata, dan Perubahan Sosial). Tema ini sangat relevan dengan situasi dan kondisi Indonesia yang dinamika bisnis, kewirausahaan serta industri pariwisatanya semakin berkembang dari tahun ke tahun.
Untuk itu, ada enam jalur (track) yang bisa dimasuki oleh peminat, yaitu Jalur 1: Social and Economic Problems of Entrepreneurship (Permasalahan Sosial dan Ekonomi Kewirausahaan); Jalur 2: New Technology Challenges for Entrepreneurship (Tantangan Teknologi Baru dalam Kewirausahaan); Jalur 3: Business and Organizational Management (Manajemen Bisnis dan Keorganisasian); Jalur 4: Entrepreneurship and Innovation (Kewirausahaan dan Inovasi); Jalur 5: Tourism and Hospitality in the Global Economy (Pariwisata dan Hospitalitas dalam Perekonomian Global); Jalur 6: Global Economic Trends in Demographics and Alternative Asset Markets Kecenderungan Ekonomi Global dalam Demografi dan Pasar Aset Alternatif).
Keuntungan mengikuti EEEU26 adalah keterlibatan para pemain global yang memungkinkan peserta konferensi, selain bertukar pandangan, wawasan, dan pengalaman, membuat jaringan luas baik dengan insan perguruan tinggi ternama maupun dengan birokrasi pemerintahan dan kalangan bisnis yang terkait dengan dunia entrepreneurship kepariwisataan dunia. Nilai lebih lainnya dari konferensi ini tidak lain makalah-makalah yang masuk akan di-review dan diterbitkan dalam “Springer Proceedings in Business and Economics” yang terindeks di Scopus.
Koordinator Program Doktor Bisnis Pariwisata PNB Prof Dr I Putu Astawa SE MM menyampaikan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai hal untuk kesuksesan penyelenggaraan ajang ini. Dikatakannya, sampai saat ini lumayan banyak peminat yang sudah mendaftar sebagai pemakalah.
“Tentu panitia akan melakukan review yang ketat karena nanti makalah-makalah yang masuk akan ter-Scopus”, ujarnya mantap.(r)

