Giri Menang (Suara NTB) – Orong Bukal Dusun Sauh Desa Persiapan Belongas Kecamatan Sekotong Lombok Barat memiliki panorama yang indah dengan gugusan pulau kecil dan birunya laut. Lokasi wisata inipun oleh banyak pengunjung dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Lombok”.
Namun sayang indahnya tempat ini tak didukung oleh infrastruktur yang memadai, sehingga dikeluhkan pengunjung. Pihak desa berharap agar Pemkab serius membenahi infrastruktur di kawasan tersebut.
Penjabat Kepala Desa Persiapan Belongas Alwi mengatakan bahwa wisata Orong Bukal ini mulai dikenal sejak tahun 2022 lalu. Lokasi ini pertama ditemukan oleh warga yang sering jalan-jalan dari Mataram dan lainnya.
Selain indah, di kawasan ini juga ada Pulau Sepatang yang merupakan perbatasan Indonesia dengan dengan Australia. Setelah mulai dikenal, pihaknya bersama warga membuka akses jalan menuju lokasi wisata ini.
“Kita gotong royong buka jalan, siapkan tempat parkir desa yang tangani, dan Alhamdulillah sudah mulai jalan. Cuma kendala kita sekarang adalah akses jalan menuju Orong Bukal,” terangnya, pekan kemarin.
Dengan kondisi topografi yang curam di sejumlah titik, perlu ada penanganan dan dilengkapi tali lainnya. Kemudian sarana prasarana dasar seperti MCK atau toilet yang sangat minim. Selanjutnya, kata dia, perlu juga disiapkan tempat penginapan. “Karena banyak pengunjung ingin nginap di sana, tapi karena kondisi disana belum ada penginapan,”imbuhnya.
Sementara, kondisi warga di daerah yang masih perdusunan minim menyiapkan tempat penginapan di rumah-rumah mereka.
Tetapi ada saja turis mancanegara yang ingin menginap, memilih menginap di rumah-rumah warga. Pihaknya sangat berharap agar lahan kehutanan di wilayah itu bisa dipinjam pakai untuk pembangunan fasilitas tersebut. “Mudah-mudahan ada izin dari pemerintah kabupaten maupun pusat (BKSDA) untuk mengelola kawasan itu,” harapnya.
Pihaknya khawatir ketika nanti ada investor atau pihak ketiga yang masuk duluan mengelolanya, warga setempat akan tersingkirkan.
Terlebih didukung oleh masyarakat yang ingin mengelola kawasan itu oleh mereka bersama desa. Pengunjung saat ini ke kawasan wisata itu bisa mencapai ratusan orang, bahkan terkadang kendaraan pengunjung tak bisa tertampung di lokasi parkir.
Sementara itu, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tengah memfokuskan pengembangan destinasi wisata Orong Bukal yang berada di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong.
Kepala Disparpora Lobar, Agus Gunawan, berkomitmen memoles Orong Bukal agar siap bersaing di kancah internasional. Sebab Agus menyakini potensi besar dimiliki lokasi ini, akan semakin diminati jika mendapat penanganan yang tepat, sehingga daya tarik alaminya tetap terjaga dengan memberikan kenyamanan bagi para wisatawan.
Pemerintah daerah telah menyusun langkah-langkah strategis untuk memperbaiki aksesibilitas dan fasilitas di lapangan. Salah satu fokus utama adalah penataan area parkir, kebersihan toilet, serta penyediaan sentra kuliner lokal yang representatif.
“Rencananya kita mulai dari titik awal hingga selesai. Anggaplah titik start itu ada di parkiran, dengan kondisi toilet yang bersih, kemudian ada sedikit kuliner di sana. Jelas, parkiran menjadi prioritas awal kami,” ujar Agus. (her)

