Senin, April 13, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMKota Mataram Masuk 10 Kota Paling Maju di Indonesia

Kota Mataram Masuk 10 Kota Paling Maju di Indonesia

Mataram (Suara NTB) – Kota Mataram masuk dalam 10 kota termaju di Indonesia. Penilaian ini berdasarkan hasil penilaian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional dengan mempertimbangkan indeks daya saing daerah. Penghargaan diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta dunia usaha.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani dikonfirmasi pada, Minggu (12/4) bersyukur bahwa Kota Mataram masuk dalam urutan 10 kota paling maju di Indonesia. Penilaian ini berdasarkan indeks daya saing daerah. Indikator daya saing daerah mengukur empat komponen utama. Yakni, investasi, inovasi,layanan dan produktifitas.

Menurut Dhani, penilaian ini hampir sama seperti penilaian tahun 2025, tetapi Kota Mataram masuk sebagai Kota Paling Maju Nomor 2 di luar Pulau Jawa. “Kita bersyukur Kota Mataram masuk 10 besar kota paling maju di Indonesia,” terangnya.

Kota Mataram bersaing dengan Tangerang Selatan, Magelang, Samarinda, Medan, Bandung,Banjarmasin,Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta. Mantan Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMK Kota Mataram menegaskan, penilaian dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIN) melakukan penilaian tidak secara terpisah dengan daerah lain di Pulau Jawa. “Tahun lalu, Gorontalo masuk 10 besar nasional. Justru, yang masuk Banjarmasin dan Samarinda,” sebutnya.

Ia mengakui bahwa Kota Mataram tidak pernah merasa dinilai. Makna penilaian dari BRIN harus dirasakan oleh masyarakat, sehingga tidak boleh puas dari penilaian atau klaster-klaster tersebut.

Artinya, masyarakat yang merasakan secara langsung pelayanan investasi atau berusaha di Kota Mataram. “Jadi masyarakat yang merasakan apakah dilayani dalam berinvestasi atau tidak,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa menambahkan, penghargaan ini adalah kali kedua yang diperoleh oleh Kota Mataram. Indikator penilaiannya mengukur empat komponen utama. Yakni, investasi, inovasi,layanan dan produktifitas, sehingga Kota Mataram mendapatkan penilaian 4,26. Penilaian ini sangat kompetitif karena bersaing dengan kabupaten/kota lain di Indonesia. “Penilaian ini bukan sifatnya langsung tetapi penilaian secara simultan,” terangnya.

Dari indeks penilaian ini, Pemkot Mataram perlu meningkatkan dari sektor pelayanan publik. Contohnya kata Nyoman, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPTSP) perlu mengintegrasikan layanan serta berinovasi. Penghargaan ini patut dipertahankan, sehingga perlu kerja kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Sektor layanan kita mendapatkan apresiasi. Terutama target investasi dari Rp1,7 triliun,terealisasi Rp2 triliun lebih,” demikian kata Nyoman. (cem)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO