Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., dianugerahi gelar kehormatan bidang kebudayaan ‘Ma Kapahu Rawi’ dari Yayasan Kesultanan Dompu. Penganugerahan ini disampaikan pada puncak peringatan Hari Jadi Dompu ke 211 tahun di Lapangan Kantor Bupati Dompu, Sabtu (11/4) pekan kemarin.
Ketua Yayasan Kesultanan Dompu, H. Syaiful Islam hadir langsung memberikan anegerah kebudayaan kepada Bambang Firdaus, SE selaku Bupati Dompu dan memasangkan pin kesultanan Dompu. Gelar Kehormatan ‘Ma Kapahu Rawi’ diberikan berdasarkan hasil musyawarah mufakat majelis Yayasan Kesultanan Dompu.
Bambang Firdaus dinilai memiliki komitmen dan kontribusi nyata dalam melestarikan adat istiadat Dompu. Kurikulum muatan lokal Dompu dipelajari jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sebagai penguatan identitas lokal. Penghargaan ini juga untuk mendukung dan menegaskan kembali keberadaan suku Dompu sebagai entitas yang sah yang memiliki sejarah panjang, jati diri serta peradaban luhur yang tumbuh dan berkembang di tanah Dompu.
Bambang usai dianugerahi gelar kebudayaan menyampaikan gelar ini bukan semata penghargaan, melainkan menjadi amanah dan tanggungjawab moral untuk terus mengangkat dan melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal Dompu serta nilai-nilai agama sebagai fondasi pembangunan daerah. “Gelar kehormatan ini juga akan menjadi penyemangat bagi kami dalam mewujudkan berbagai agenda prioritas di masa mendatang,” katanya.
Orang nomor satu di Kabupaten Dompu berkomitmen untuk mengusulkan gelar pahlawan nasional untuk Sultan Muhammad Sirajuddin atau Sultan Dompu ke-20. Pembangunan museum Dompu, pembangunan replika Istana Kesultanan Dompu serta penguatan identitas suku Dompu.
Bambang juga membacakan ikrar meneguhkan kembali Suku Dompu, menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan, persaudaraan, dan gotong-royong demi kemajuan Kabupaten Dompu. Menolak segala bentuk penghinaan terhadap identitas budaya Dompu, serta berkomitmen untuk menjaga kehormatan dan martabatnya.
“Menolak segala bentuk pengabaian, dan istilah Sasambo yang meniadakan serta mengkerdilkan identitas suku Dompu dalam bingkai NTB,” tegasnya. Bupati juga mengajak semua elemen untuk bersatu padu untuk membangun Dompu yang maju. (ula/*)

