Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mulai melakukan inventarisasi sejumlah gudang jagung jelang panen raya pada bulan Mei mendatang. Tujuannya untuk menekan terjadinya gejolak harga jagung di masyarakat termasuk memastikan ketersediaan stok di gudang.
“Kemarin sudah kita lakukan rapat perdana dan saat ini kami masih lakukan inventarisasi gudangnya dulu, karena metode masih sama dengan tahun sebelumnya mengawal harga dan memastikan stok jagung ada di gudang,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo dikonfirmasi pekan kemarin.
Budi melanjutkan, inventarisasi yang dilakukan pemerintah juga menyasar gudang yang dimiliki TNI dan Polri termasuk milik swasta,sehingga pada saat panen raya berlangsung jagung tersebut, langsung bisa terserap oleh Bulog demi kepastian harga.
“Yang jelas baik jagung maupun padi sudah kita lakukan koordinasi untuk menghadapi musim panen raya, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan nanti,” ucapnya.
Belajar dari tahun sebelumnya lanjut Budi, kendala utama dalam penyerapan jagung karena keterbatasan gudang sehingga tidak bisa maksimal. Pendataan gudang dinilai sangat penting dilakukan, agar serapan jagung bisa maksimal dan harganya tidak anjlok.
“Gudang kepolisian kemarin kan sudah diresmikan pembangunannya oleh pemerintah, gudang itu yang akan kita maksimalkan nantinya termasuk gudang milik swasta dan gudang Bulog sendiri,” jelasnya.
Ia menyebutkan, gudang milik Polri yang sudah terbangun di Sumbawa berada di tiga lokasi yakni Kecamatan Moyo Utara, Lape dan Tarano. Gudang-gudang tersebut memiliki kapasitas masing-masing sekitar 1.000 ton jagung, sehingga akan mampu menampung produksi nantinya.
“Gudang-gudang tersebut sudah siap digunakan dengan daya tampung bisa mencapai 3.000 ton, sehingga keberadaanya bisa dimanfaatkan oleh Bulog untuk menyerap jagung dari petani di Sumbawa,” ujar (ils)

