Rabu, April 15, 2026

BerandaNTBLOMBOK BARATTinggal Sebatang Kara, Warga Jompo di Kuranji Dalang Lombok Barat Butuh Perhatian

Tinggal Sebatang Kara, Warga Jompo di Kuranji Dalang Lombok Barat Butuh Perhatian

Giri Menang (Suara NTB) – Papuq Reme, warga Dusun Mapak Reong Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi Lombok Barat (Lobar) berusia 80 tahun tinggal sebatang kara di gubuk reyot, tak layak huni. Mirisnya lagi, warga jompo itu tak mendapatkan bantuan sosial (bansos). Kondisi Papuq Reme ini butuh perhatian pihak terkait.

Kondisi Papuq Reme pun mengundang perhatian dari Ketua Fraksi Perindo DPRD Lobar, Dr Syamsuariansyah yang sigap turun membantu berbagai kelengkapan dan kebutuhan pokok. Ia juga melihat kondisi rumah papuq Reme sungguh memperihatinkan. Kondisinya tak layak ditempati, berukuran sempit sangat minimalis.

Rumah Papuq Reme berupa gubuk terbuat dari papan kayu itu berukuran dua kali tiga meter tak memiliki ventilasi udara, sehingga suasananya pun pengap. Lantai rumahnya dari tanah dengan atap ilalang. Melihat kondisi ini, Dr. Syam, sapaan Ketua Fraksi Perindo DPRD Lobar itu tak kuasa menahan rasa sedihnya.

Ketika dikunjungi oleh Dr. Syam bersama Kadus setempat dan Koordinator PKH, Papuq Reme sedang merebah di tempat tidur yang terbuat dari bambu lusuh. Sekitar ruangan sempit tempatnya beristirahat, bergelantungan pakaian dan barang-barang lainnya.

Dr. Syam penuh rasa haru menyaksikan kondisi Papuq Reme. “Bertahan hidup dengan kondisi sangat terbatas, itu membuat saya kehabisan kata-kata,” kata Syam. Apa yang dialami Papuq Reme menjadi tanggung jawab bersama, terlebih sebagai pemangku kepentingan yang mesti bertanggung jawab.

Hal ini pun menjadi beban moril baginya selaku wakil rakyat dari Papuq Reme. Karena itu ia turun ke gubuk Papuq Reme. Ia berharap kepada pemkab pada momen HUT ke-68 Lobar ini, OPD lebih aktif turun, tidak hanya melayani di kantor. Karena hal ini menjadi tangung jawab bersama. Ia tak ingin pelayanan OPD itu reaktif, ketika ada mencuat di media baru turun.

“Saya minta tolong kepada Pemda dalam hal ini teman-teman OPD ayo turun, jangan hanya duduk di kantor,” pintanya.

Terlebih ketika ada aduan atau laporan warga, harus segera ditangani dengan baik. Ia juga berharap agar pada usia ke-68 tahun, Lobar betul-betul menghadirkan pemerataan pembangunan, tidak saja pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan SDM, sosial ekonomi yang jauh lebih penting. Dengan begitu, tidak ada lagi kasus Papuq Reme yang mencuat di Lobar.

Sementara itu, Kepala Desa Kuranji Dalang, Sidik membenarkan Papuq Reme sebatang kara tinggal di rumah tak layak huni. “Nggih (ya), tidak punya keluarga, sebatang kara,” ujarnya.

Papuq Reme ini juga belum mendapatkan Bansos, karena datanya belum ada. Pihaknya pun akan menindaklanjuti penanganan warga ini, termasuk Bansos diupayakan melalui BLT Dana Desa (DD). Sedangan terkait penanganan rumahnya, masih terkendala lahan, karena tempat tinggalnya saat ini bukan tanah miliknya. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO