Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, meminta para pengusaha dan orang kaya untuk tidak menggunakan elpiji bersubsidi jenis tabung melon. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri bagi kalangan mampu agar beralih ke elpiji non subsidi berwarna pink.
“Gunakanlah elpiji non subsidi. Yang kaya, yang mampu, harus sadar diri. Jangan gunakan yang subsidi,” tegas Bupati saat dikonfirmasi media di Selong, Rabu (14/4/2026).
Pernyataan ini menyusul temuan di lapangan bahwa masih banyak pengusaha kandang ayam di Lotim yang menggunakan elpiji bersubsidi. Dalam satu kandang saja, petugas menemukan 65 tabung elpiji melon.
Guna mengatasi benang kusut polemik kelangkaan elpiji bersubsidi di Lotim, Bupati secara khusus mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga di Mataram. “Kemarin saya datang ke sana (Pertamin,a-red) saya ingin memastikan pelayanan berjalan normal. Alhamdulillah, sudah normal. Jadwal untuk hari ini sudah terekam semua, tinggal dijalankan,” klaimnya
Bupati Haerul Warisin menjelaskan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan para pengusaha kandang ayam pada Jumat mendatang. Dalam pertemuan tersebut, akan dibahas penggantian sekitar 13.000 tabung elpiji subsidi menjadi tabung non subsidi.
“Dari 200 kandang, ada 13.000 tabung yang harus disiapkan Pertamina untuk mengganti tabung subsidi menjadi non subsidi. Insya Allah, aman sudah semua,” ujarnya.
Bupati juga memastikan bahwa kondisi pendistribusian elpiji di Lotim sudah kembali normal setelah sebelumnya sempat terkendala jadwal perekaman.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lotim, Salmun Rahman, mengaku telah menyisir sejumlah kandang ayam. Hasilnya, sebagian besar kandang masih memanfaatkan elpiji bersubsidi.
Namun, petugas tidak langsung mengambil tindakan selama tabung masih terpakai karena khawatir memicu kematian ayam dalam jumlah besar. Para pengusaha pun telah berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi ke depannya. (rus)

