Selong (Suara NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) merilis data terbaru populasi sapi di Lotim. Kepala Bidang Peternakan, dr. Zulfan Asry, mengungkapkan, total populasi sapi saat ini mencapai 134 ribu ekor, dengan komposisi 60 persen sapi Bali dan 40 persen sapi eksotis. Disnakeswan komitmen untuk siap mempertahankan komoditas andalan sapi ras Bali tersebut.
Zulfan mengatakan, meskipun sapi Bali masih mendominasi, ada kekhawatiran akan hilangnya sapi Bali di masa depan. “Tetapi tetap dikhawatirkan kalau sapi Bali hilang” ungkapnya, menjawab Suara NTB di Pendopo Bupati Lotim, Jumat (17/4/2026).
Ia mendorong peternak untuk terus bisa mempertahankan sapi ras Bali ini. Seperti dilakukan oleh masyarakat di Jerowaru yang tetap berkeyakinan sapi khas ini bisa tetap dipertahankan.
Sapi Bali dinilai memiliki keunggulan reproduktif yang luar biasa. Menurut Zulfan, sapi jenis ini mampu beranak hingga 14 kali, jauh di atas sapi eksotis yang hanya mampu 4–5 kali dan kerap mengalami masalah reproduksi. Selain itu, rasa daging sapi Bali ini sangat enak dibandingkan sapi eksotik. “Paling enak dan menjadi sapi paling reproduktif di dunia,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pun terus menggencarkan program Inseminasi Buatan (IB). Sepanjang periode terakhir, tercatat 16.900 pelayanan IB siap kembali digelar tahun 2026. Namun, dr. Zulfan menyebut sempat ada jeda dua tahun tanpa layanan IB. Ke depan, sistem pendataan akan diperbaiki dengan metode by name by address serta pengelompokan berdasarkan usia: 0–6 bulan, 6 bulan–2 tahun, dan dewasa muda.
Terkait biaya operasional IB, dr. Zulfan menjelaskan bahwa bahan-bahan seperti nitrogen cair (N2) dan straw (semen beku) diberikan oleh pemerintah pusat dalam bentuk hibah ke Pemerintah Kabupaten Lotim. “Namun biaya angkut ditanggung oleh pemda. Tahun ini dialokasikan Rp75 juta untuk program hibah atau pengadaan N2 cair,” jelasnya.
Dari jumlah straw yang akan disuntikkan ke induk sapi itu, masih banyak sapi ras Bali yang bisa dipertahankan. Tidak ditampik sebelumnya, memang banyak peternak menginginkan untuk suntik IB sapi eksotik karena harga lebih mahal dengan bentuk jauh lebih besar.
Ditambahkan, Lotim sendiri menempati posisi kedua setelah Lombok Tengah (Loteng) dalam hal jumlah target sasaran IB, yaitu sebanyak 18 ribu ekor. Dengan berbagai upaya ini, diharapkan populasi sapi Bali tetap terjaga dan produktivitas ternak meningkat. (rus)

