Praya (Suara NTB) – Ajang balap roda empat Mandalika Kartini Race 2026 yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1-3 Mei 2026 mendatang, bakal diikuti sejumlah pembalap wanita nasional. Diantaranya, Alexandra Asmasoebrata, Alinka Hardianti serta dan Clio Tjonadi. Mereka bakal bersaing untuk menjadi yang terbaik diajang balap nasional yang baru pertama kalinya digelar di Sirkuit Mandalika tersebut.
Alexandra Asmasoebrata sendiri dikenal sebagai salah satu pionir pembalap wanita Indonesia. Pembalap wanita yang akrab disapa Achie tersebut, memiliki rekam jejak panjang di dunia balap internasional. Selain menjadi perempuan Indonesia pertama yang turun di kategori formula serta mencatatkan prestasi di ajang Formula Renault Asia, Achie juga pernah meraih berbagai gelar juara nasional karting.
Sementara Alinka Hardianti merupakan pembalap yang sukses di berbagai disiplin seperti slalom, drifting hingga touring car. Dikenal sebagai bagian dari Toyota Gazoo Racing Indonesia dan telah meraih berbagai gelar juara nasional, di tahun 2025 Alinka sukses meraih kemenangan di ajang Asia Auto Gymkhana Championship.
Adapun Clio Tjonadi, memiliki latar belakang kuat di dunia karting sejak usia muda. Pernah meraih posisi runner-up di salah satu kejuaraan balap level Asia, Clio aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Termasuk Rotax Max Challenge Asia dan program CIK-FIA Karting Academy. Dan saat ini terus mengembangkan kariernya hingga ke ajang balap mobil dan sim racing.
Mandalika Kartini Race 2026 masuk dalam event Mandalika Festival of Speed (MFos) yang menjadi balapan pendukung ajang GT World Challenge Asia 2026. Digelar sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keterlibatan perempuan di dunia motorsport. Ajang tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi saja. Tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan bagi perempuan, khususnya pembalap wanita.
“Mandalika Kartini Race 2026 merupakan balapan one make race khusus wanita yang menggunakan mobil dengan spesifikasi seragam yakni Toyota Agya. Dengan format tersebut maka seluruh pembalap dituntut mengandalkan kemampuan teknik dan strategi masing-masing. Bukan sekadar keunggulan kendaraan. Faktor pembedanya ada di skill pembalap,” ungkap Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria, dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut Priandhi mengungkapkan, untuk ajang balap GT World Challenge Asia sendiri pembalap Indonesia Sean Gelael dipastikan akan ambil bagian untuk yang pertama kalinya. Pembalap berusia 29 tahun tersebut akan menjalani penampilan spesial (one-off) bersama tim Garage 75 dengan mengendarai Ferrari 296 GT3 Evo.
Menariknya, Sean Gelael akan turun sendirian dalam dua balapan yang berdurasi masing-masing 60 menit tersebut. “Keikutsertaan Sean Gelael di GT World Challenge Asia di Mandalika ini adalah momen penting. Tidak hanya bagi Sean sebagai pembalap. Tetapi juga bagi Indonesia. Karena kita bisa menyaksikan langsung putra bangsa berlaga di panggung internasional,” tegasnya. (kir)

