Mataram (Suara NTB) – Menjelang dimulainya penerbangan jemaah haji Embarkasi Lombok, Garuda Indonesia mengingatkan seluruh calon jemaah agar memperhatikan aturan barang bawaan di dalam pesawat. Sejumlah barang berbahaya, benda tajam, hingga makanan berbau menyengat dilarang dibawa demi menjaga keselamatan dan kenyamanan selama penerbangan menuju Tanah Suci.
Perwakilan Manajemen Garuda Indonesia Branch Lombok, Khairul Fajar Harahap, mengatakan Garuda telah menyiapkan pesawat terbaik untuk melayani jemaah haji NTB tahun ini, yakni Boeing 777-300ER dengan kapasitas 393 penumpang.
“Untuk Lombok kami menggunakan pesawat milik Garuda Indonesia sendiri, yaitu Boeing 777-300ER, dan itu pesawat terbaik yang kami gunakan saat ini,” ujarnya, Senin, 20 April 2026 di Asrama Haji NTB.
Khairul menjelaskan, secara umum barang-barang yang mudah terbakar atau termasuk kategori dangerous goods tidak diperbolehkan dibawa, baik di kabin maupun bagasi. Barang tersebut antara lain aerosol, gas, bahan mudah meledak, dan benda sejenis lainnya.
“Barang-barang yang mudah terbakar atau flammable gas seperti aerosol dan barang berbahaya lainnya tidak dapat diberangkatkan, baik di kabin maupun di bagasi,” tegasnya.
Selain itu, benda tajam seperti gunting, pisau, cutter, dan barang lain yang berpotensi melukai juga dilarang dibawa. Menurutnya, barang-barang seperti itu dapat membahayakan penumpang lain maupun petugas penerbangan. “Benda tajam seperti gunting, pisau dan lain-lain yang dapat melukai itu tidak diperbolehkan,” katanya.
Garuda Indonesia juga mengingatkan jemaah agar tidak membawa makanan yang mengeluarkan aroma menyengat ke dalam kabin pesawat. Hal ini karena ruang kabin tertutup dan bau dapat menyebar ke seluruh penumpang.
Contoh makanan yang sebaiknya tidak dibawa antara lain durian, ikan asin, dan makanan beraroma tajam lainnya. “Barang atau makanan yang mengeluarkan bau menyengat sebaiknya tidak dibawa. Contohnya durian, ikan asin, dan sejenisnya,” ujarnya.
Sementara untuk sambal atau makanan kemasan lain masih diperbolehkan selama dikemas dengan baik dan dalam jumlah wajar. Untuk barang cair yang dibawa ke kabin, Garuda menegaskan batas maksimal hanya 100 mililiter dan harus dalam kondisi tersegel.
Namun, jemaah tidak perlu khawatir karena kebutuhan air minum dan makanan selama penerbangan telah disediakan maskapai.
“Air minum kami sediakan di asrama dan di pesawat, jadi jemaah tidak perlu membawa berlebihan,” katanya.
Khairul juga mengingatkan jemaah agar tidak membawa rokok dalam jumlah banyak karena akan menimbulkan pemeriksaan tambahan saat keberangkatan maupun kedatangan. Ia menyarankan seluruh barang bawaan dibawa sewajarnya untuk mempermudah proses pemeriksaan keamanan.
Tak hanya saat berangkat, aturan ketat juga berlaku saat kepulangan jemaah dari Jeddah maupun Madinah. Barang seperti pistol mainan, batu, tanah, dan benda asing lainnya berpotensi ditahan saat pemeriksaan.
“Di Jeddah dan Madinah lebih ketat. Barang seperti mainan berbentuk pistol, batu, tanah dan sejenisnya biasanya tidak diperbolehkan,” jelasnya.
Khairul menambahkan, pesawat Garuda yang akan melayani penerbangan haji Embarkasi Lombok dijadwalkan tiba di Lombok pada 20 April 2026 pukul 17.45 Wita. Kedatangan lebih awal dilakukan agar maskapai memiliki waktu cukup untuk inspeksi dan evaluasi teknis.
“Tahun ini pesawat datang lebih cepat agar kami bisa melakukan inspeksi menyeluruh dan memastikan semua siap sebelum penerbangan perdana tanggal 22 April,” pungkasnya.(bul)

