Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Lobar terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satunya melalui penguatan literasi masyarakat Lobar. Langkah konkret ini diwujudkan dengan menggelar Lomba Bertutur bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Lomba Resensi Buku untuk jenjang SMP hingga SMA sederajat yang berlangsung meriah di Gedung Perpustakaan Daerah.
Upaya ini mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini. Ia menekankan bahwa revitalisasi fungsi perpustakaan menjadi keharusan agar tetap relevan di tengah gempuran arus digitalisasi yang kian masif. Menurutnya, menanamkan minat baca harus dibarengi dengan kemampuan memahami esensi bacaan melalui latihan resensi sejak dini.
“Penting untuk dilatih melakukan resensi atau mencoba mencari intisari dalam sebuah buku. Hal ini krusial agar anak didik tidak sekadar membaca, tetapi mampu memahami konteks dan nilai yang terkandung dalam setiap literatur,” ujar saat membuka acara lomba Bertutur dan Resensi buku di Disarpus Lobar, Rabu (22/4/2026).
Bupati LAZ merefleksikan perubahan paradigma perpustakaan dari masa ke masa. Jika dahulu perpustakaan identik dengan tempat yang sunyi untuk mencari referensi yang sulit didapat, kini tantangannya adalah kemudahan akses melalui e-book dan internet.
“Situasi perpustakaan itu berbeda dengan kondisi 10, 15 tahun yang lalu. Begitu orang bisa tidur di perpustakaan mencari referensi saking sulitnya. Sekarang, buku apapun tinggal buka e-book-nya bisa ketemu,” kenang Bupati.
Kondisi inilah yang mendorong lahirnya gagasan transformasi perpustakaan masa depan di Lobar. Bupati LAZ mengusulkan agar perpustakaan bertransformasi menjadi ruang publik yang nyaman, menyerupai konsep coffee shop modern.
“Saya membayangkan ke depan perpustakaan itu juga harus dilengkapi dengan kafetaria yang bagus. Perpustakaan harus dirancang dengan kecepatan internet yang tinggi, sehingga orang bisa membuka referensi sambil ngopi dengan nyaman,” jelasnya lebih lanjut.
Meski visi modernisasi telah dicanangkan, Pemkab Lobar mengakui masih adanya kendala teknis, terutama terkait pengadaan infrastruktur digital. Faktor keamanan aset fisik seperti perangkat komputer dan fasilitas penunjang lainnya menjadi pertimbangan utama dinas untuk bertindak hati-hati dalam digitalisasi perangkat secara besar-besaran.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan langkah pemerintah daerah. Bupati LAZ menegaskan bahwa ilmu pengetahuan akan terus berkembang secara dinamis. “Ilmu pengetahuan ini terus berkembang dan kita harus siap dengan perubahan-perubahan baru. Kita akan meyakini perkembangannya sesuai fakta yang ada,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Disarpus Lobar, H. Lalu Winengan, menjelaskan bahwa rangkaian lomba ini dirancang sebagai instrumen untuk mengasah kepercayaan diri dan kemampuan intelektual siswa.
Untuk Lomba Bertutur, fokus diberikan kepada siswa kelas 4 SD agar para pemenang memiliki waktu persiapan yang panjang menuju jenjang provinsi maupun nasional. “Lomba bertutur ini hakikatnya adalah untuk tingkat SD/MI sederajat. Mudah-mudahan anak-anak kita semakin mampu mengasah diri dalam bercerita, sehingga kelak menjadi generasi yang cerdas dan membanggakan bangsa,” ungkap H. Lalu Winengan.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan, jangkauan peserta akan diperluas hingga ke pondok pesantren agar perpustakaan menjadi ruang inklusif bagi seluruh lapisan pelajar.Sebagai bentuk apresiasi dan pemacu semangat, Pemkab Lobar telah menyiapkan stimulus prestasi berupa hadiah tunai jutaan rupiah bagi para juara di setiap kategori.
“Jika anggaran kami kurang, saya akan lapor ke Pak Bupati. Saya yakin beliau akan memberikan dukungan penuh untuk pendidikan anak-anak kita,” tambahnya sembari berkelakar di hadapan Bupati Lobar. (her)
L

