Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi, salah satunya melalui sistem berbasis online memanfaatkan website “Silakniki” yang telah diterapkan Pemkab. Untuk lebih mengoptimalkan website ini, Pemkab pun membekali capacity building kepada perangkat daerah.
Kegiatan yang mengangkat tema “Optimalisasi Web Silakniki dan Tata Cara Penyusunan Laporan Triwulan TPID”, Rabu (22/4/2026) ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat daerah dalam pengelolaan data serta penyusunan laporan TPID yang akurat, terstruktur, dan tepat waktu sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas inflasi di daerah.
Dalam sambutannya mewakili Bupati, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Hj. Damayanti Widyaningrum, SP., M.Si., menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran TPID sangat strategis dalam memastikan inflasi tetap terkendali.
“Pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antar perangkat daerah, sehingga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan dapat terus terjaga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Lobar berharap seluruh perangkat daerah dapat meningkatkan kualitas pelaporan, memperkuat sinergi antarinstansi, serta mendorong terwujudnya kinerja TPID yang unggul dan berprestasi.
Pada sesi inti, peserta mendapatkan sejumlah materi penting yang dibagi dalam beberapa sesi. Pada sesi pertama, pemaparan disampaikan oleh Kabag Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Lombok Barat, Abubakar, SE., MM. terkait strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Pendekatan ini dinilai sebagai kunci dalam menjaga stabilitas inflasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Sesi kedua, menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Siti Rahma, yang memaparkan panduan strategis evaluasi kinerja TPID Tahun 2025. Materi ini mencakup mekanisme penilaian, kriteria evaluasi, serta strategi menuju TPID berprestasi. Ia menekankan bahwa keberhasilan TPID sangat ditentukan oleh efektivitas implementasi strategi 4K serta tata kelola daerah yang terintegrasi dan berbasis data.
Selanjutnya pada sesi ketiga, Kepala Bidang Pemerintahan Digital Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat, Sumirah, S.Kom., M.Eng., memberikan pemaparan teknis terkait tata cara penyusunan laporan triwulan TPID serta proses penginputan data melalui Web Silakniki. Peserta dibekali panduan praktis mengenai standar pelaporan, ketepatan waktu, serta konsistensi data sebagai bagian dari indikator evaluasi kinerja TPID.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman terkait implementasi strategi pengendalian inflasi serta penggunaan sistem pelaporan berbasis digital.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Lobar berharap seluruh perangkat daerah dapat meningkatkan kualitas pelaporan, memperkuat sinergi antarinstansi, serta mendorong terwujudnya kinerja TPID yang unggul dan berprestasi. (her)

