Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., mengaku akan menerapkan kebijakan penghematan energi listrik dibandingkan penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home. Kebijakan ini lebih terasa manfaatnya dibandingkan WFH, karena justru berpotensi menimbulkan masalah baru. “Kita lebih memilih melakukan penghematan energi di kantor–kantor, karena itu sangat riil,” kata ungkap Bambang.
Menurutnya, bekerja dari rumah dikhawatirkan akan disalahgunakan sebagai masa libur panjang akhir pekan bagi ASN, sehingga pegawai berpotensi memilih jalan-jalan daripada melaksanakan tugas kantor untuk meningkatkan produktifitas dan kinerja. Kebijakan WFH sebagai upaya mengurangi penggunaan BBM, justru tidak tercapai.
“Tapi kalau efisiensi penggunaan listrik dan energi di serluruh OPD, saya kira itu sangat berdampak. Sangat dirasakan ketimbang WFH. Bukan berarti kita bertentangan dengan harapan pusat,” katanya.
Pertimbangan lain kata Bambang, kebijakan prioritas daerah yang menetapkan Jumat sebagai hari bersih–bersih dan lainnya,sehingga hal ini akan menjadi kajian Pemda Dompu kedepan dalam penerapan kebijakan tersebut. Selain itu, pelayanan publik perlu diperhatikan agar masyarakat terlayani dengan baik. “Kita harus kaji secara rill. Kalau kita lakukan ini, kita dapatkan penghematan,” katanya. (ula)

