Kamis, April 30, 2026

BerandaNTBSUMBAWASPAM Semongkat Ditargetkan Rampung Desember

SPAM Semongkat Ditargetkan Rampung Desember

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan pelaksanaan optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat tuntas bulan Desember. Proyek yang bersumber dari dana alokasi khusus menelan anggaran mencapai Rp22,5 miliar.

“Penandatanganan kontrak sudah dilakukan per tanggal 21 April lalu dan saat ini masih dalam tahap memastikan perencanaan untuk pelaksanaan nantinya,” kata Kadis PUPR Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Air Minum dan Sanitasi, Abdul Azis kepada Suara NTB, Rabu (29/4).

Ia menambahkan, item pelaksanaan optimalisasi tersebut berupa pelebaran Instalasi Pengolahan Air (IPA) 350 liter per detik, reservoar, dan penggantian jaringan distribusi utama. Khusus perbaikan pipa jaringan distribusi utama sepanjang 2,5 kilometer dan 3,5 kilometer akan dilakukan mekanisme pembagian waktu distribusi.

“Jaringan distribusi utama yang akan kita perbaiki yakni di PPN dan Moyo, sehingga untuk sementara dua wilayah tersebut dilakukan penjadwalan pendistribusian air ke masyarakat,” ucapnya.

Upaya optimalisasi tersebut kata dia,dilakukan pemerintah sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat. Sebab produksi air selama ini kurang dari 350 liter per detik sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan tidak mendapatkan layanan air bersih dari perusahaan daerah tersebut.

“Produksi air maksimal kita saat ini berkisar di angka 120-125 liter per detik itupun di musim basah (hujan) kalau untuk musim kering jauh dari itu sehingga tidak heran banyak masyarakat kita yang komplain,” jelasnya.

Saat ini, jumlah pelanggan yang berada di Kota Sumbawa mencapai 13.000 sambungan rumah dengan distribusi air yang tidak maksimal. Tentu dengan adanya tambahan 350 liter per detik yang masuk ke jaringan maka tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh terkait layanan air tersebut nantinya.

“Harusnya dengan masuknya air ke IPA sebanyak 350 liter per detik sudah tidak ada lagi keluhan dari pelanggan. Cuman yang menjadi tantangan selanjutnya yakni perbaikan jaringan distribusi dalam kota untuk memaksimalkan IPA yang sudah kita optimalisasi,” jelasnya.

Untuk penggantian jaringan tersebut, pihaknya akan berupaya mendorong pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Kebutuhan anggarannya sekitar Rp15 miliar-Rp20 miliar untuk melakukan revitalisasi terhadap jaringan yang sudah sangat tua tersebut.

“Jaringan yang akan kita revitalisasi semuanya berada di dalam kota. Sehingga produksi air sekitar 350 liter per detik bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sehingga angka air minum aman kita naik,” ujar. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO