Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, menyambut baik rampungnya pengerjaan dermaga apung senilai Rp2,5 Miliar di desa Labuhan Jambu dalam mendukung sektor pariwisata di destinasi hiu paus tersebut.
“Alhamdulillah penyelesaiannya lebih cepat satu hari dari waktu yang ditargetkan yakni 18 Agustus berdasarkan kontrak kerja,” kata Haji Mo, usai pelaksanaan peringatan HUT RI ke 79, kemarin.
Haji Mo, pembangunan dermaga apung ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat. Karena tidak hanya untuk menunjang pengembangan pariwisata hiu paus, tetapi bisa digunakan untuk memudahkan aktivitas bongkar muat nelayan.
“Manfaatnya sangat besar dengan terbangunnya dermaga ini, harapan kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah setempat dan Sumbawa pada umumnya,” ujarnya.
Seraya berharap agar aset yang menelan anggaran 2,5 Milyar ini dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, demi kemaslahatan rakyat seluas-luasnya. Bahkan dalam waktu dekat dermaga apung tersebut akan diresmikan penggunaannya.
“Insyaa Allah jembatan ini sebentar lagi akan kita diresmikan, dan merupakan salah satu persembahan kado ulang tahun RI ke 79 bagi masyarakat,” tukasnya.
Sail to Indonesia
Rampungnya pembangunan dermaga apung ini menjadi salah satu kado yang menggembirakan jelang pelaksanaan sail to Indonesia pada bulan September mendatang.
“Dermaga kita hajatkan untuk mendukung wisata bahari hiu paus, karena selama ini belum ada dermaga yang dianggap representatif menuju ke destinasi wisata unggulan daerah itu,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Rahmat Hidayat.
Bahkan dengan terbangunnya dermaga ini menjadi salah satu bentuk dukungan untuk menyukseskan event event sail to Indonesia. Karena dermaga ini akan menjadi akses utama bagi para wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata hiu paus.
“Salah satu item perjalanan para yatcher yakni mengunjungi destinasi wisata hiu paus, sehingga keberadaan dermaga ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para wisatawan,” sebutnya.
Ia menambahkan, “destinasi wisata unggulan itu menjadi primadona karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke khususnya ke Labuhan Jambu, bahkan setiap minggu pasti ada wisatawan yang berkunjung,” tutupnya. (ils)


