Mataram (Suara NTB) – Sebelum memasuki tahapan pemilu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB melakukan konsolidasi politik di seluruh Kabupaten/Kota se NTB, kemarin. Salah satunya dengan menggelar Training Orientasi Partai (TOP) yang diikuti oleh pengurus. TOP tersebut merupakan kegiatan strategis yang dirancang untuk memantapkan tiga pilar utama perjuangan partai, yakni konsolidasi ideologi, organisasi, dan moral.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Dapil NTB 1, Johan Rosihan bertindak sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan TOP tersebut. Dia menekankan bahwa konsolidasi ideologi sangat krusial agar setiap pengurus memahami esensi tujuan perjuangan partai.
Dalam pemaparannya, Johan Rosihan menegaskan bahwa Training Orientasi Partai bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa, melainkan momentum penting dalam menyiapkan barisan pengurus kecamatan sebagai ujung tombak perubahan.
“Hari ini kita tidak sekadar membuka pelatihan, tetapi membuka babak penting dalam perjalanan dakwah politik kita, yakni menyiapkan pengurus kecamatan sebagai motor penggerak perubahan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pengurus tingkat kecamatan memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan wajah partai di tengah masyarakat. “Di kecamatan, wajah partai benar-benar terlihat. Di sanalah kepercayaan publik dibangun, dan di sanalah kemenangan sejati dimulai,” tegasnya.
Johan juga menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang dinilainya sedang berada pada titik nadir akibat maraknya politik transaksional. Ia mengajak seluruh pengurus DPC PKS untuk menolak praktik politik uang dan tampil sebagai teladan demokrasi yang bersih.
“Kita adalah partai dakwah; para da’i politik tidak boleh larut dalam sistem yang rusak, melainkan harus menjadi cermin moral bagi masyarakat,” tegas Johan. (ndi)

