Taliwang (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terus melakukan berbagai terobosan guna meningkatkan layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pengadaan ambulans sepeda motor, untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang sulit diakses kendaraan roda empat.
Selain tetap mengajukan penambahan ambulans roda empat seperti yang digunakan saat ini, Dikes KSB juga merancang penggunaan ambulans sepeda motor yang nantinya ditempatkan di puskesmas pembantu (Pustu). Langkah ini dilakukan agar akses layanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih cepat. “Ambulans sepeda motor ini kami niatkan untuk pustu-pustu terluar, supaya aksesnya bisa lebih cepat. Jadi ketika ada pasien yang menghubungi TRC, sambil menunggu tim datang, petugas pustu bisa lebih dulu mengecek kondisi pasien di rumah warga,” kata Kepala Bidang Pelayanan Mutu dan Sumber Daya Kesehatan, Dinkes KSB, NS. Indra Alamsyah, S.Kep., M.Si., dikonfirmasi pekan kemarin.
Keberadaan petugas pustu dinilai penting sebagai bentuk deteksi dini terhadap kondisi pasien. Dengan adanya asesmen awal dari bidan maupun perawat di pustu, pasien yang masih bisa ditangani di rumah tidak harus langsung dirujuk ke puskesmas ataupun rumah sakit.
“Kalau memang bisa dilakukan penanganan di rumah, tidak harus dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Namun jika membutuhkan tindakan lanjutan, baru dirujuk ke fasilitas kesehatan,” jelas Indra.
Indra mengakui waktu tunggu layanan TRC Ambulans saat ini semakin meningkat seiring lonjakan jumlah pelayanan. Di tahun 2025 jumlah layanan tercatat sekitar 6.609 kasus. Sementara, hingga Mei tahun 2026, angkanya sudah menembus lebih dari 11 ribu layanan. “Artinya peningkatannya hampir dua kali lipat. Padahal ini baru sampai bulan Mei,” papar Indra.
Untuk menjawab backlog dan mempercepat penanganan antar pasien, pihaknya memaksimalkan jaringan puskesmas dan pustu yang tersebar di berbagai wilayah. Kebutuhan armada akan dipetakan berdasarkan kondisi geografis dan jarak tempuh masing-masing pustu.
Pihaknya membagi kategori wilayah layanan. Diantaranya,wilayah dengan jarak di bawah 10 kilometer dikategorikan dekat, wilayah dengan kategori 10-20 kilometer kategori sedang. Sementara, di atas 20 kilometer masuk kategori jauh dan diprioritaskan mendapat akses layanan lebih cepat.
“Pustu yang aksesnya sulit seperti di wilayah jauh akan menjadi prioritas mendapatkan sepeda motor ambulans. Di pustu sendiri sudah ada bidan dan perawat yang siap melakukan penanganan awal,” ujarnya.
Selain armada, Dikes KSB juga berupaya memenuhi kebutuhan obat-obatan untuk kelancaran TRC ambulans dengan melihat tren penyakit yang paling banyak ditangani pada tahun sebelumnya.
Saat ini terdapat 10 Tim Reaksi Cepat (TRC) yang tersebar di seluruh puskesmas. Ke depan kata dia, jumlah armada juga direncanakan akan ditambah dua unit khusus di wilayah dengan tingkat layanan paling padat. “Yang jelas kami terus berupaya mengoptimalkan layanan TRC ambulans sebagai bagian dari program Kartu KSB Maju Layanan Kesehatan,” ujarnya.(bug/*)

