BerandaNTBLOMBOK BARATPemdes Montong Are Kembangkan Pamdes untuk Layani Kebutuhan Air

Pemdes Montong Are Kembangkan Pamdes untuk Layani Kebutuhan Air

 

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Desa (Pemdes) Montong Are, Kecamatan Kediri Lombok Barat (Lobar) patut menjadi contoh dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakatnya. Pemdes Montong Are mengembangkan Pelayanan Air Bersih Desa (Pamdes) untuk melayani kebutuhan air bagi warga. Dalam pelayanan Pamdes ini, Pemdes tidak mengutamakan profit tetapi lebih pada pemenuhan kebutuhan dasar warga secara maksimal.


Tarif yang dikenakan warga pun jauh lebih rendah dibanding PDAM dan airnya lancar mengalir hampir sepanjang waktu. Kades Montong Are, Mujitahid menuturkan awal mula Pamdes ini dibangun sekira puluhan tahun silam. Sumber air dialirkan dari mata air Gelegot yang ada di desa itu.


Debit air mata air ini pun stabil, tidak pernah kering kendati musim kemarau. Sistem distribusi airnya menggunakan gravitasi, dialirkan dengan pipa ke rumah-rumah penduduk.


Ketika dibangun Pamdes ini, Pemdes saat itu belum memiliki dana desa dari pemerintah. Warga berupaya secara swadaya memasang instalasi pipa air, itupun hanya bisa dialirkan ke masjid dan musala. Pemdes bersama warga pun berupaya menginisiasi pipanisasi ke rumah-rumah. Dari situ, ketika ia menajabat Kades, program pertamanya merealisasikan penampungan air dan pipanisasi untuk dialirkan ke rumah-rumah warga tersebut.


Gayung bersambut, pihak desa pun ketika mendapatkan program bantuan dari pemerintah untuk mengoptimalkan Pamdes tersebut. Diakui, untuk pipanisasi membutuhkan dana besar. Tetapi, untungnya program pipanisasi Pamdes ini jarang dilirik, sehingga usulan-usulan desa pun disetujui pemerintah karena tidak banyak bersaing. Lambat laun, jumlah warga yang dilayani air Pamdes pun terus bertambah.


Hingga saat ini Pamdes tersebut melayani 700 KK atau sambungan rumah. Pemdes pun menambah sumber air dengan membangun sumur bor untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Jumlah penduduk yang dilayani Pamdes jauh lebih besar dibanding PDAM. Pamdes ini menyasar warga di dusun-dusun yang memiliki elevasi rendah untuk bisa dialiri.


Sedangkan warga yang tidak bisa dilayani Pamdes karena kendala elevasi yang tak memungkinkan untuk disuplai air, mereka menggunakan sambungan PDAM. Tarif air Pamdes ini pun sangat murah, jika dibanding PDAM. Diperkirakan tarif Pamdes hanya seperempat dari PDAM.
Sebab pihaknya dalam menjalankan unit usaha Pamdes ini, tidak ini membebani masyarakat dengan tarif besar. Namun, syukurnya tarif tersebut bisa cukup untuk bayar listrik dan insentif dari pengelola Pamdes.


Pihaknya tidak berharap menargetkan PADes dari Pamdes ini, sebab pihaknya ingin masyarakat terlayani dengan tarif murah. “Ini untuk pelayanan publik,” imbuhnya.


Lambat laun, tidak saja warga setempat, permintaan langganan air Pamdes ini pun datang dari warga desa sebelah. Pihaknya pun berencana memperluas sasaran pelayanan air bersih.


Namun, pihaknya perlu melakukan pembenahan mengamen BUMDes pengelola Pamdes tersebut, supaya lebih bonafit dan profesional. Barulah pihaknya berani memenuhi kebutuhan dari warga luar. “Banyak permintaan dari dusun lain, desa sebelah, tapi kami mau benahi managemen Bumdes dulu,” imbuhnya.


Tahun ini pihaknya berupaya membereskan pembenahan manajemen BUMDes, agar pelayanannya tidak tradisional tetapi lebih modern. Pamdes ini sendiri menjadi salah satu unit usaha BUMDes. Selain itu BUMDes juga melaksanakan unit usaha lain, seperti usaha beras dan peternakan. Tahun, pihaknya juga akan memaksimalkan lumbung pangan desa yang telah dibangun Pemkab beberapa tahun lalu. (her)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO