BerandaNTBLOMBOK BARATWisuda Angkatan Kedua, Lulusan Amsilati Ponpes Zainul Hafidz At-Taufiq Sepi Diterima di...

Wisuda Angkatan Kedua, Lulusan Amsilati Ponpes Zainul Hafidz At-Taufiq Sepi Diterima di Mesir

Giri Menang (Suara NTB) – Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hafidz At-Taufiq, Dusun Sepi, Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong, Lombok Barat mewisuda 59 Santri-Santriwati program Amsilati. Wisuda tersebut dihadiri langsung oleh pengarang kitab amtsilati K.H. Taufiqul Hakim. Dari lulusan Amsilati Ponpes tersebut, di antaranya telah diterima oleh perguruan tinggi di Mesir.

Wisuda angkatan kedua itu juga dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Zainul Hafidz At-Taufiq, Ustaz H. Sahwan, S.Pd., M.Pd., Rektor Universitas Agma Islam Qomarul Huda Bagu, para pengurus PCNU, dan civitas pondok. Pimpinan Ponpes melalui Kepala Pondok Zainul Hafidz Ustaz Achmad Marzuki, mengatakan bahwa wisuda digelar pada 20 Mei 2026 lalu.

Wisuda ini merupakan kali kedua digelar. Sebelumnya, wisuda pertama santri santriwati yang diwisuda sebanyak 63 orang. Sebelum diwisuda para santri dan santriwati telah melalui tahapan imtihan atau uji publik metode Amsilati di hadapan para Tuan Guru dan jemaah di Aula Pondok.

Para santri santriwati yang diwisuda ini berlanjut ke jenjang atau tahapan selanjutnya yang dinamakan pasca-Amsilati atau belajar kitab kuning. Santri santriwati yang ikut metode Amsilati ini tidak terbatas pada jenjang atau tingkat sekolah, baik madrasah atau aliyah bisa ikut program Amsilati ini. “Tapi berdasarkan kompetensi kemampuan, sehingga Amsilati itu ada yang Mts (madrasah), aliyah dan bahkan ada yang sudah lulus,”imbuhnya.

Metode Amsilati ini, merupakan program unggulan Ponpes. Bahkan Ponpes ini merupakan satu-satunya Pondok yang menggunakan serta menerapkan program Amsilati di Pulau Lombok. Untuk menopang penerapan metode Amsilati ini, sejumlah pengurus dan pengajar pun didatangkan dari luar daerah. Saat ini, jumlah santri santriwati sebanyak 93 orang, dengan pengurus yayasan dan pengajar 32 orang.

Sejauh ini dari dua angkatan lulusan metode Amsilati ini, pihak Ponpes telah mencetak lulusan yang bisa bersaing dengan pondok dari luar. Karena Pesantren se-Nusantara, menerapkan metode Amsilati ini. Masing-masing provinsi memiliki Koordinator Amsilati, terbesar di Pulau Jawa. Bahkan metode ini telah dipergunakan di lembaga pendidikan di luar negeri, seperti Mesir dan Yaman.

Sehingga santri-santriwati yang telah dibekali metode Amsilati di Ponpes, dipermudah mengakses atau masuk ke pondok di luar daerah maupun luar negeri. “Anak-anak kita yang mau melanjutkan ke Mesir dan Yaman dipermudah, dan ada satu lulusan wisuda pertama kita diterima di Mesir,” ujarnya.

Santri ini dibekali metode Amsilati di pondok Zainul Hafidz At-Taufiq, sehingga bisa diterima di Mesir.

Melalui program unggulan Amsilati ini, pihak pondok menyiapkan lulusan yang siap bersaing dengan pondok di luar daerah dan luar negeri. Sebab hampir semua lulusan luar negeri seperti Mesir dan Yaman, telah mengikuti dan lulus metode Amsilati. “Artinya kita bisa bersaing secara global maupun regional,” imbuhnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO