Giri Menang (Suara NTB) – Pariwisata Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar) terus bergeliat. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pariwisata resmi meluncurkan perhelatan seni budaya dan hiburan bertajuk “Senggigi Sunset Show” di Amfiteater Pasar Seni Senggigi, Sabtu malam (19/09/2026). Setelah beberapa bulan sebelumnya Senggigi disuguhkan ajang Pekan Kesenian Senggigi.
Acara pembukaan yang menampilkan atraksi dan tari-tarian ini berlangsung meriah dan dipadati oleh ratusan pengunjung, mulai dari masyarakat lokal, wisatawan nusantara, hingga mancanegara yang menginap di hotel yang ada di kawasan setempat. Senggigi Sunset Show dijadwalkan akan hadir setiap hari Sabtu hingga awal Desember 2026 mendatang.
Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, yang hadir langsung dalam acara ini menyampaikan bahwa kemeriahan ajang ini menjadi penanda positif bagi kebangkitan destinasi wisata Senggigi.
“Mudah-mudahan ini menandakan bahwa Lombok Barat semakin berkah. Pariwisata Senggigi terus bangkit, menjadi lebih baik, dan menjadi tempat yang nyaman bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ujar Wabup.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung gelaran ini. Keramaian kawasan bahkan sudah terasa sejak memasuki wilayah Kecamatan Batulayar.
Wabup berharap Senggigi Sunset Show mampu mendongkrak tingkat hunian hotel sekaligus memperlama durasi menginap para pelancong. Tak hanya sektor pariwisata, kegiatan ini ditargetkan memberi dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas.
Berdasarkan data Pemkab Lombok Barat, sektor pertanian saat ini menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi daerah dengan angka mencapai 21 persen, disusul sektor pariwisata sebesar 12 persen. Melihat potensi tersebut, Wabup menginstruksikan adanya kolaborasi lintas sektor agar hasil pertanian, peternakan, dan kelautan lokal dapat diserap langsung oleh para pelaku usaha di kawasan wisata Senggigi.
Menutup sambutannya, Wabup mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi menjaga keamanan dan kebersihan kawasan Senggigi demi kenyamanan bersama.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Senggigi, Mastur, S.E., menyatakan bahwa kehadiran Senggigi Sunset Show tidak hanya memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengangkat potensi wisata serta memajukan perekonomian lokal. Dukungan penuh dari Pemkab Lombok Barat dinilai menjadi kunci utama sukses dan meriahnya acara tersebut.
Pemerintah Desa Senggigi berharap sinergi dan kolaborasi manis bersama Pemkab Lombok Barat ini dapat terus berlanjut pada agenda-agenda mendatang, demi mendorong kemajuan desa serta daya tarik pariwisata di wilayah Lombok Barat secara berkelanjutan.
Gelaran Senggigi Sunset Show tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga membuka panggung bagi komunitas seni dan budaya untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada publik.Hal tersebut terlihat pada gelaran Senggigi Sunset Show di Amfiteater Pasar Seni Senggigi. Sejumlah sanggar seni tampil membawakan karya tari di hadapan masyarakat yang menikmati suasana kawasan wisata Senggigi.
Salah satunya Sanggar Anak Padang Mimpi yang menampilkan tiga karya tari, yakni Tari Kembang Desa, Tari Kidung Dalem, dan Tari Angkat Gawe. Fani, salah satu anggota Sanggar Anak Padang Mimpi, menyampaikan bahwa ketiga tarian yang ditampilkan merupakan karya garapan baru, bukan tari tradisional yang sudah ada sebelumnya.“Yang kita tampilkan tadi Tari Kembang Desa, kemudian Tari Kidung Dalem dan Tari Angkat Gawe. Itu merupakan garapan baru,” ujarnya.
Bagi para pelaku seni, keberadaan panggung seperti Senggigi Sunset Show dinilai memberikan ruang yang penting bagi generasi muda untuk terus terlibat dalam dunia seni. (her)



