Mataram (Suara NTB) – Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) NTB, Nadirah berkomitmen kuat untuk bisa mengembalikan kejayaan partainya pada perhelatan pemilu 2029 mendatang. Salah satu caranya dengan memperkuat basis dukungan dari akar rumput.
ptimisme itu disampaikan Nadirah ditengah isu kenaikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen yang digagas oleh sejumlah partai besar di DPR RI. “PR besar buat kami adalah mengembalikan kejayaan Partai Bulan Bintang ke depan,” ujar Nadirah.
Nadirah mengatakan, mengembalikan kejayaan PBB di NTB menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan dan soliditas seluruh jajaran pengurus. “Kami mengharapkan seluruh struktur, dari tingkat atas hingga tingkat bawah, dapat mengulang kembali sejarah kejayaan masa lalu dengan kekuatan yang besar,” tegasnya.
Anggota DPRD NTB itu mengakui bahwa partai-partai kecil memang masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aturan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dan perubahan sistem pemilu yang berdampak terhadap keterwakilan suara di DPR RI.
Menurutnya, regulasi pemilu ke depan perlu memberikan ruang yang lebih baik bagi partai-partai yang belum mendapatkan kursi di parlemen.
“Kami berharap aturan-aturan pemilu ke depan lebih berpihak kepada partai-partai yang belum mendapatkan kursi di tingkat parlemen. Sampai tahap ini, PBB selalu merasa dirugikan oleh sistem pemilu seperti parliamentary threshold,” jelasnya.
Nadirah juga menyoroti perubahan sistem pemilu dari waktu ke waktu, mulai dari penggunaan nomor urut hingga sistem suara terbanyak. Ia berharap pemerintah dan penyelenggara pemilu dapat menghadirkan kebijakan yang menjamin keterwakilan suara masyarakat.
“Mudah-mudahan pemerintah dapat melakukan hal-hal yang cerdas agar suara masyarakat yang telah memberikan hak pilihnya betul-betul bisa terakomodasi dengan baik,” tegasnya.
Meski menghadapi tantangan di tingkat nasional, Nadirah menyebut eksistensi PBB di NTB masih terjaga. Partai tersebut saat ini memiliki 10 kursi di DPRD kabupaten/kota se-NTB serta dua kursi di DPRD Provinsi NTB.
Menurutnya, keberadaan para wakil rakyat tersebut menjadi modal penting bagi PBB untuk memperkuat konsolidasi dan memperluas dukungan masyarakat.
“Eksistensi kami masih sangat terjaga. Di sepuluh kabupaten dan kota kita punya wakil, begitu juga dua kursi untuk provinsi. Ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus bergerak,” pungkasnya. (ndi)



