BerandaEKONOMIShuttle MotoGP, Organda Dorong Penggunaan Bus Lokal

Shuttle MotoGP, Organda Dorong Penggunaan Bus Lokal

Mataram (Suara NTB) – DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB mendorong agar kebutuhan shuttle bus untuk MotoGP Mandalika 2026 lebih banyak mengoptimalkan armada milik perusahaan otobus (PO) lokal. Selain dinilai lebih efisien, penggunaan bus lokal juga diyakini dapat memperbesar dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP bagi masyarakat NTB.

Ketua DPD Organda NTB, Junaidi Kasum di Mataram, Senin, 21 September 2026 mengatakan, pelaku usaha angkutan daerah memiliki kesiapan untuk mendukung kebutuhan transportasi selama gelaran MotoGP. Berdasarkan pendataan Organda, terdapat lebih dari 500 perusahaan otobus dan lebih dari 300 armada bus pariwisata yang siap digunakan.

“Kami mendorong supaya bus lokal bisa dioptimalkan. Selain lebih efisien, uangnya berputar di NTB, drivernya orang NTB, dan kebutuhan bahan bakarnya juga dibeli di NTB,” kata JK, panggilan akrabnya.

Menurutnya, penggunaan armada dari luar daerah membutuhkan biaya tambahan, terutama untuk mobilisasi bus menuju Lombok. Biaya tersebut antara lain mencakup penyeberangan, bahan bakar selama perjalanan dari Jawa ke Lombok, serta uang jalan pengemudi.

Organda telah melakukan perhitungan terhadap kebutuhan mobilisasi apabila armada didatangkan dari wilayah Jawa, seperti Surabaya atau Malang. Komponen biaya penyeberangan melalui jalur Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai-Lembar menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar.

Belum lagi biaya bahan bakar untuk perjalanan menuju Lombok serta kebutuhan pengemudi selama mobilisasi. Karena itu, Junaidi menilai pemanfaatan armada yang sudah tersedia di NTB dapat menjadi alternatif untuk menekan biaya mobilisasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi daerah.

“Kalau memakai bus lokal, uangnya berputar di NTB. Kalau mengambil dari Jawa, ada biaya tambahan untuk membawa bus ke sini, termasuk biaya penyeberangan. Padahal armada lokal kita tersedia,” ujarnya.

JK menambahkan, keterlibatan angkutan lokal tidak harus dimaknai sebagai pengelolaan seluruh kebutuhan transportasi oleh operator daerah. Yang lebih penting, kata dia, terdapat ruang kemitraan yang jelas bagi PO lokal dalam memenuhi kebutuhan armada shuttle.

Menurutnya, pelaku usaha lokal juga siap memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan untuk angkutan penonton MotoGP. Dengan pola kerja sama yang terukur, armada lokal dapat menjadi bagian dari sistem transportasi yang mendukung kelancaran pergerakan penonton selama event berlangsung.

“Kami siap mendukung pelaksanaan MotoGP. Yang kami harapkan adalah ada skema yang jelas dan adil sehingga pengusaha lokal bisa ikut mengambil bagian,” katanya.

Ia menilai MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi agenda olahraga internasional, tetapi juga momentum untuk memperkuat sektor usaha lokal. Transportasi menjadi salah satu sektor yang secara langsung dapat merasakan dampak ekonomi dari meningkatnya mobilitas wisatawan dan penonton.

Untuk membahas keterlibatan transportasi lokal, Organda NTB akan melakukan hearing  ke Kantor Gubernur NTB, Kamis, 25 September 2026, untuk menyampaikan sejumlah usulan, antara lain transparansi informasi mengenai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan kontrak dengan pemenang tender, skema keterlibatan transportasi lokal yang proporsional, serta penetapan harga sewa yang wajar sesuai ketentuan yang menjadi acuan Organda.  (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO