Sumbawa Besar (Suara NTB) — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sumbawa mencatat jumlah angkatan kerja hingga tahun 2026 mencapai 98.620 orang atau sekitar 55 persen dari total penduduk sebanyak 533,6 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97 persen di antaranya telah terserap di dunia kerja.
“Definisi bekerja berdasarkan aturan, orang yang bekerja sehari dalam satu bulan sudah masuk kategori bekerja. Data yang bekerja ini tidak termasuk orang tua, orang sekolah, dan kuliah,” ujar Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin, kepada Suara NTB, Selasa (22/9).
Sementara itu, untuk tingkat pengangguran saat ini berada di kisaran 2,3 persen atau sekitar 7.000 orang, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima oleh pemerintah.
“Memang angka pengangguran kita sempat di angka 2,60 persen pada 2025. Meski demikian, angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan tahun 2024 lalu yang berada di angka 2,67 persen,” tambahnya.
Khaeruddin mengatakan, pemerintah saat ini terus berupaya mempersiapkan tenaga kerja lokal agar dapat terserap di berbagai sektor. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab mutlak untuk mempersiapkan pekerja lokal, termasuk meningkatkan kualifikasi mereka melalui pelatihan.
“Kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan harus dipersiapkan, karena jika tidak melakukan upaya demikian, dalam aturan sangat jelas mereka bisa dikenakan sanksi,” tegas Khaeruddin.
Sebagai langkah konkret, masyarakat ber-KTP Sumbawa nantinya diimbau untuk mendaftar melalui aplikasi khusus yang disiapkan pemerintah dengan mengunggah daftar riwayat hidup serta data pribadi. Sistem tersebut nantinya akan memverifikasi keabsahan data pelamar.Pemerintah juga akan melakukan pemetaan lanjutan terkait wilayah yang masuk dalam lingkar tambang untuk mencegah adanya klaim sepihak. Pemadanan data ini akan digandeng bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“Kita akan pastikan dulu mana wilayah yang masuk lingkar tambang sehingga kita mudah melakukan pemilahan data nantinya. Makanya kita gandeng Disdukcapil untuk memastikan kebenaran data,” terangnya.
Menanggapi kebutuhan tenaga kerja jelang proyek PT Amman di Elang Dodo Rinti, estimasi awal menunjukkan kebutuhan sekitar 15.000 tenaga kerja. Data ini masih akan diverifikasi lebih lanjut bersama pihak perusahaan, dengan penekanan utama agar masyarakat lokal mendapatkan tempat yang layak di proyek tersebut.
“Kalau untuk kebutuhan tenaga kerja di perusahaan itu sifatnya dinamis. Tetapi kami akan mulai memetakan tenaga kerja lokal kita lebih dulu untuk memastikan mereka mendapat tempat di perusahaan,” pungkasnya. (ils)



