Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mengharapkan masyarakat mengambil peran dalam proses penyusunan analisis dampak lingkungan (Amdal) untuk proyek pertambangan blok Elang. Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu upaya perbaikan dalam penyusunan analisis dampak lingkungan tersebut.
“Kekayaan alam yang luar biasa saat ini harus bisa kita syukuri dan kelola dengan bertanggung jawab. Kita kawal investasi bidang apapun dengan catatan masyarakat harus sejahtera,” tegas Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot saat membuka konsultasi publik penyusunan Amdal pada, Selasa (22/9).
Ia melanjutkan, kegiatan konsultasi publik merupakan bagian penting dari proses penyusunan analisis dampak lingkungan. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi awal mengenai rencana proyek sekaligus memperoleh masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Ia berharap seluruh masukan yang disampaikan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam proses kajian,sehingga dalam pengambilan keputusan dilakukan secara transparan, partisipatif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saat ini Blok Elang masih berada pada tahap eksplorasi. Setelah Amdal dan kajian zona awal akan dilakukan sosialisasi sebelum memasuki tahap konstruksi yang direncanakan pertengahan tahun 2027,” ujarnya.
Ia melanjutkan, Blok Elang memiliki potensi investasi besar. Pembangunan fasilitas produksi diperkirakan membutuhkan investasi awal sekitar Rp6 triliun-8 triliun dengan kebutuhan lahan lebih dari 60 hektare.
Vice President Corporate Communications PT Amman Mineral, Kartika Octaviana berharap agar ruang diskusi ini bisa memperkuat pemahaman masyarakat serta membangun kolaborasi positif. Upaya itu dilakukan dalam mendukung pengembangan proyek secara bertanggung jawab.
Pihaknya mengapresiasi kehadiran dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam kegiatan konsultasi publik. Perusahaan berkomitmen untuk terus menjalankan proses penyusunan analisis dampak lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku.
“Sesuai ketentuan, hasil kajian AMDAL nantinya akan dievaluasi oleh instansi pemerintah yang berwenang sebelum dilakukan pengambilan keputusan terkait kelayakan lingkungan proyek,” ujarnya.
Pengembangan tambang terbuka Blok Elang juga dilakukan untuk mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) smelter tembaga. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen PT Amman Mineral dalam mendukung program hilirisasi mineral pertambangan nasional.
“Kajian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi dampak lingkungan dan sosial yang mungkin timbul selama siklus hidup proyek nanti. Masukan dari masyarakat juga sangat diperlukan untuk perbaikan lebih lanjut,” tukasnya. (ils)



