Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat untuk seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) guru. Petunjuk teknis dijadikan acuan untuk proses seleksi di daerah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono dikonfirmasi pada, Kamis (24/9) menerangkan, penerimaan calon pegawai negeri sipil untuk formasi guru belum ada surat resmi dari pemerintah pusat. Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan (juklak-juknis) sebagai dasar atau acuan proses seleksi. “Sampai saat ini, kita belum terima surat resminya,” katanya.
Pihaknya belum berani mengomentari perihal rekrutmen CPNS guru baik itu jumlah formasi, jadwal pelaksanaan serta mekanisme seleksinya. Pasalnya, surat resmi dari kementerian atau lembaga di pusat belum diterima. “Kalau belum ada petunjuk tertulis belum bisa kita berkomentar,” timpalnya.
Seperti diketahui, pemerintah pusat memastikan akan melakukan seleksi CPNS di tahun 2027. Seleksi ini diutamakan memenuhi kebutuhan guru secara nasional mencapai 464 ribu orang. Guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sudah bertugas dan memenuhi persyaratan administrasi juga akan memperoleh kesempatan mengikuti seleksi untuk menjadi guru PNS secara bertahap mulai 2027.
Kesempatan seleksi juga diberikan kepada 172 ribu guru non ASN yang bertugas di sekolah negeri sesuai persyaratan yang ditetapkan. Sementara, guru PPPK Paruh Waktu mulai 1 Januari 2027 akan diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu melalui pengalihan dan diangkat menjadi pegawai pemerintah pusat tanpa perlu mengikuti tes.
Yoyok sapaan akrabnya memastikan belum ada skema peralihan status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu yang diinformasikan secara resmi oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu surat secara resmi sehingga menjadi pedoman untuk pengangkatan PPPK Paruh Waktu untuk formasi guru. “Skema pengangkatannya juga belum ad akita informasikan,” demikian kata dia. (cem)



