Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mencatat hingga akhir tahun 2026 terdapat 252 orang Aparatur Sipil Negara memasuki masa pensiun. Sementara, untuk usulan formasi 349 orang masih belum ada kepastian dari pemerintah pusat.
“Formasi yang kita usulkan untuk penerimaan CPNS sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah pusat. Padahal formasi yang kita usulkan itu merupakan kebutuhan daerah untuk menutupi kekurangan pegawai,” kata Kabid Pengadaan dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Sumbawa, Nurfaridah kepada Suara NTB, Kamis (24/9).
Menurutnya, usulan formasi pegawai mengacu pada Analisis Beban Kerja (ABK) dan kebutuhan masing-masing perangkat kerja daerah,terutama untuk tenaga guru, kesehatan dan tenaga teknis lainnya dalam upaya percepatan pembangunan di daerah.
Pengusulan tersebut juga dianggap perlu dilakukan pemerintah untuk menutupi kebutuhan ASN hingga tahun 2027. Sebab, berdasarkan data ada sekitar 384 ASN yang akan pensiun dalam dua tahun ke depan untuk mengisi kekosongan tersebut.
“Memang yang kita usulkan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah ASN yang akan pensiun. Itu kami lakukan dengan mempertimbangkan belanja pegawai,” ucapnya.
Ia turut merincikan, formasi yang diusulkan untuk tenaga teknis sebanyak 88 formasi, tenaga kesehatan 67 orang dan tenaga kependidikan sebanyak 194 orang. Formasi tersebut merupakan kebutuhan mendesak karena masih terjadi kekurangan.
Sementara, untuk mendukung pelayanan dasar terutama tenaga guru, pihaknya juga mengusulkan tenaga guru terutama guru pendidikan agama (PA), guru olahraga di masing-masing tingkatan SD maupun SMP. Selain itu, kebutuhan guru bimbingan konseling (BK), dan guru agama Hindu. (ils)



