BerandaPENDIDIKANUsung Inovasi Ramah Lingkungan pada HUT ke-69, SMANSA Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata

Usung Inovasi Ramah Lingkungan pada HUT ke-69, SMANSA Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata


Mataram (Suara NTB) – SMAN 1 Mataram (SMANSA) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69, Sabtu (26/9). Kegiatan ini mengusung semangat peduli lingkungan. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi ruang untuk mendapatkan penghargaan sekolah adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB.


Kepala SMAN 1 Mataram, Burhanudin mengatakan, perayaan HUT sebelumnya relatif berbeda dengan tahun ini. Dari konsep pelaksanaan sebelumnya digelar berbeda, tetapi kali ini digelar secara bersamaan. Contohnya pelaksanaan Gebyar Prestasi Siswa, Terune-Dedare SMANSA, ekstrakulikuler terpopuler hingga penghargaan terhadap karya inovatif siswa.


Untuk karya inovatif siswa tahun ini disesuaikan dengan semangat peduli lingkungan,sehingga karya yang dihasilkan siswa tidak jauh dari konsep Sekolah Adiwiyata yang dirancang sekolah. Beberapa karya inovatif yang dihasilkan antara lain bak sampah, pencacah plastik sederhana dan sejumlah karya ramah lingkungan lainnya.


“Hasil-hasil karya itu adalah dari kegiatan kokurikuler anak yang kelas XI. Jadi sekaligus kokurikuler ini menghasilkan karya untuk menunjang kegiatan Adiwiyata,” terang Burhanudin, Minggu (27/9).


Pameran hasil kreativitas siswa-siswa dinilai langsung oleh DLHK NTB,termasuk penjuaran dan pemberian hadiah. Penyerahan penghargaan kepada karya inovatif siswa itu sekaligus menjadi momentum peluncuran SMAN 1 Mataram sebagai Sekolah Adiwiyata Level I.


Burhanudin menjelaskan, keputusan untuk menjadikan SMANSA sebagai sekolah peduli lingkungan tidak terlepas dari upaya sekolah selama tiga tahun berturut-turut menyandang sekolah bersih dan sehat tingkat provinsi. Dengan pencapaian tersebut, pihaknya berkomitmen untuk menyabet gelar Sekolah Adiwiyata.


Selain itu, isu krisis lingkungan dan darurat sampah menjadi alasan lain SMAN 1 Mataram bersikukuh ingin membangun kesadaran ekologis pada siswanya. Hal ini diharapkan lahir gerakan lingkungan yang tidak saja bermanfaat bagi lingkungan sekolah tapi juga sekitar.


Burhanudin menegaskan, pihaknya terus memperkuat kerja sama dengan DLHK untuk mencapai Sekolah Adiwiyata level mandiri yang merupakan tingkatan tertinggi. Berbagai ikhtiar pihaknya melengkapi syarat dan kriteria yang diperlukan seperti menyediakan beragam jenis tumbuhan sesuai jumlah siswa.


Di samping itu, pihaknya juga tengah membentuk kelompok kerja (Pokja) yang bertugas menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan secara nyata. Antara lain, Pokja hemat energi hingga Pokja pengolahan sampah. Pembentukan Pokja tersebut juga mesti melibatkan 20 persen dari total siswa.


Burhanudin berharap persoalan lingkungan baik di daerah maupun nasional mendapat solusi yang nyata. “Jadi harapan kami di SMA Negeri 1 Mataram ikut terlibat dalam penanganan sampah ,” pungkasnya. (sib/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN







VIDEO