Giri Menang (Suara NTB) – Wilayah yang terdampak bencana kekeringan di Lombok Barat (Lobar) kian meluas ke 75 dusun di 18 desa hingga saat ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar menyiapkan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di kantor dinas setempat.
Melalui Pos Komando ini, penanganan kekeringan terstruktur dalam pendistribusian air bersih. Selain itu, BPBD bakal didukung pengadaan dua unit kendaraan tangki air untuk memaksimalkan pelayanan pendistribusian air bersih kepada masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Lobar melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar, Toni Hidayat menyampaikan bahwa wilayah yang terdampak kekeringan bertambah.
“Kemarin sebelumnya di 15 Desa terdampak, sekarang sudah 18 desa. Yang sebelumnya 62 Dusun di SK tanggap darurat, sekarang bertambah menjadi 75 dusun,” sebut Toni, dikonfirmasi Jumat (25/9/2026).
Pada masa tanggap darurat ini, terdapat penambahan wilayah yang terdampak kekeringan sebanyak 13 Dusun. Penambahan titik kekeringan terjadi di wilayah Kuripan dan Batulayar.
Selain itu, dari sisi permintaan permohonan air yang juga meningkat. Hingga per 25 September, jumlah air yang sudah didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan mencapai 1.150.750 liter. Penyaluran air ini dilakukan sejak bulan Juni sampai dengan September.
Masa tanggap darurat yang ditetapkan bedasarkan SK, berlaku sampai dengan tanggal 6 Oktober. Untuk pengajuan operasional penanganan kekeringan melalui BTT, baru dilakukan setengahnya. Sehingga dengan BTT ini pihaknya pun berupaya lebih maksimal dalam pendistribusian air kepada masyarakat.
Terlebih dengan rencana pengadaan dua unit tangki air untuk pendistribusian air bersih, dinilai akan sangat membantu Pihaknya. Sebab selama ini, BPBD belum memiliki kendaraan tangki air. “Akan sangat membantu sekali kalau ada rencana pengadaan kendaraan tangki air ini,” imbuhnya. (her)



