Mataram (Suara NTB) – Upaya pencegahan perilaku negatif pelajar di luar sekolah terus menjadi atensi pemerintah. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mendorong sekolah untuk memperketat aspek pengawasan dan evaluasi terhadap siswa.
Kepala Disdik Kota Mataram, H. Yusuf mengatakan, surat edaran telah dikeluarkan dalam rangka meminimalisasi perilaku disruptif di kalangan pelajar. Selanjutnya, aturan-aturan tersebut dapat dijadikan acuan untuk proses pembinaan dan pengawasan terhadap siswa ke depan.
“Sudah banyak edaran kita keluarkan, tentu ini harus dipedomani dan dijalankan dengan baik oleh semua kepala sekolah,” ujarnya, Senin (28/9).
Yusuf juga menekankan peran penting keluarga dalam proses pembinaan siswa. Pengawasan yang ketat dan tepat oleh orang tua menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses penumbuhan karakter anak-anak.
“Perlu kerja sama antara orang tua dan sekolah. Jangan hanya diserahkan ditugaskan hanya sekolah yang mengawasi anak-anak,” tegas Yusuf.
Di samping itu, Disdik juga terus memberdayakan pelajar melalui Forum OSIS Kota Mataram. Pihaknya dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) mendorong anggota OSIS untuk menjadi pionir kegiatan positif dan edukatif.
“Nanti program-program seperti apa biar OSIS yang bergerak kan. Tentu ini tidak lepas dari program sekolah juga. Jadi sekolah tidak boleh melepas apa yang sudah diprogram, tetap diawasi,” pungkasnya. (sib)



