BerandaPENDIDIKANAtasi Isu Prioritas, Sekolah Didorong Susun RTL

Atasi Isu Prioritas, Sekolah Didorong Susun RTL

Mataram (Suara NTB) – Pasca terbentuknya Forum Organisasi Intra Sekolah (OSIS) se-Kota Mataram, sekolah didorong menyusun rencana tindaklanjut terkait isu strategis. Tujuan untuk memastikan persoalan yang dihadapi siswa dapat segera terselesaikan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Mataram, Burhanuddin menyebutkan, enam isu menjadi prioritas untuk ditangani. Antara lain, pencegahan bullying dan penataan ruang yang nyaman di sekolah.

Selanjutnya, pendidikan antikorupsi, tanggap bencana, tertib lalu lintas, penguatan pendidikan dan pencegahan paham radikalisme dan intoleransi, serta pencegahan narkoba, bahaya narkoba.

“Rencananya masing-masing sekolah menyusun rencana tindak lanjut atas sejumlah isu tersebut, kemudian menyampaikan di sekolah masing-masing,” ujarnya kepada, Suara NTB, Selasa (29/9).

Forum OSIS SMP Kota Mataram telah diarahkan untuk menjadi peer educator bagi siswa lain di sekolah. Selanjutnya, pengurus OSIS diarahkan untuk fokus pada satu isu yang menjadi persoalan di lingkungan sekolah masing-masing.

Ia mencontohkan sekolah yang berlokasi di Jalan Kenari dekat dengan persoalan lalu lintas akan diarahkan untuk mengedukasi siswa agar taat lalu lintas.

Termasuk di sekolah-sekolah tertentu yang kawasannya kerap terjadi konflik akan diarahkan pada pencegahan paham-paham radikalisme dan intoleransi.

“Tindak lanjut yang akan dilakukan oleh peer educator yang sudah dilatih di bimtek itu,” kata Burhanuddin.

Kepala SMPN 16 Mataram itu menyebut, beberapa OSIS kini telah bergerak untuk mulai menyosialisasikan sejumlah isu.  Pasalnya, pembentukan forum ini sebagai wujud dari komitmen Disdik dan MKKS dalam upaya menyediakan ruang bagi siswa untuk berekspresi dan menyampaikan pesan penting bagi sesamanya.

“Kalau tujuan MKKS ini kita menyediakan ruang dan panggung bagi mereka untuk berekspresi. Ketika anak-anak ini berekspresi kami mengawal. Jadi kami tidak ingin terlalu mengintervensi mereka untuk itu. Jadi kita beri ruang mereka untuk membangun kreativitas, punya inisiatif sendiri,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO