Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumbawa, mengakui tingkat minat baca atau literasi di kalangan masyarakat cukup rendah. Kondisi ini diakibatkan masifnya penggunaan gawai dan media sosial di semua kalangan.
“Memang tingkat literasi kita menurun. Penurunan ini akan menjadi momentum bagi kami untuk memperbaiki sistem dan pola manual yang saat ini diterapkan menjadi digitalisasi,” kata Plt Kadispussip Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya kepada Suara NTB, Selasa (29/9).
Menurut dia, pemerintah sebenarnya arah menuju digitalisasi sudah dilakukan pemerintah mulai dari penyiapan perangkat komputer. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mencari referensi baik untuk penulisan karya tulis maupun mengerjakan tugas yang diberikan oleh sekolah.
“Yang masih datang mencari buku secara manual masih ada terutama para mahasiswa dalam pengurusan penyusunan skripsi. Tetapi masih cukup rendah sehingga kami berupaya melakukan digitalisasi,” ujarnya.
Berdasarkan data tingkat literasi masyarakat Sumbawa masih berada di angka 59,80. Jumlah tersebut masih sangat jauh dari target nasional. Pihaknya mengikhtiarkan untuk mendongkrak tingkat literasi melalui system digitalisasi.
Suharmaji menambahkan salah satu yang saat ini digalakkan pemerintah yakni digitalisasi naskah kuno dan sejarah Sumbawa. Tujuan pemerintah sebagai salah satu upaya perlindungan dokumen bersejarah yang rentan mengalami kerusakan akibat usia dan kondisi penyimpanan.
“Digitalisasi ini kami anggap sangat penting untuk dilakukan sebagai salah satu bentuk pelestarian sejarah dan kebudayaan. Apalagi naskah kuno ini sangat rawan rusak jika tidak dibiarkan begitu saja,” tambahnya.
Digitalisasi naskah kuno menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dokumen sejarah Sumbawa. Pelestarian dokumen dilakukan, sehingga informasi yang terkandung di dalamnya tetap dapat tersimpan dan dimanfaatkan untuk kepentingan sejarah serta kebudayaan daerah.
“Kondisi fisik naskah kuno yang telah berusia tua membuat dokumen membutuhkan penanganan dan penyimpanan yang tepat. Kerusakan akibat penyimpanan yang kurang baik berpotensi menghilangkan informasi penting yang terdapat dalam naskah,” tukasnya. (ils)



