Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) menggelar bursa kerja atau job fair dengan menggandeng sekitar 54 perusahaan yang ada di Loteng. Tidak kurang dari 1.282 lowongan kerja disiapkan. Langkah itu dilakukan Pemkab Loteng sebagai salah satu upaya menekan jumlah pengangguran, sekaligus memberikan kesempatan kerja yang luas bagi angkatan kerja di daerah ini.
Kegiatan dibuka langsung Bupati Loteng, H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., bertempat di Bencingah Agung Masmirah, komplek Kantor Bupati Loteng, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang merupakan rangkaian dari perayaan Hari Jadi yang ke-81 Loteng tersebut akan berlangsung selama tiga hari sampai Jumat (16/10/2026).
Lowongan kerja yang ditawarkan pun cukup beragam dengan 13 bidang usaha. Mulai dari bidang hospitality, hotel dan restoran, transportasi dan telekomunikasi, keuangan, pendidikan dan kesehatan hingga kontruksi. Kegiatannya sendiri terbuka bagi semua angkatan kerja. Tentunya sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.
“Job fair ini salah satu bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat,” sebut Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri.
Kegiatan ini digelar dengan harapan bisa memudahkan para pencari kerja di daerah ini untuk bisa memperoleh pekerjaan sesuai bidang keilmuan dan kompetensinya. Sekaligus memudahkan perusahaan dalam merekrut tenaga kerja sesuai kebutuhannya. Dengan kata lain job fair tersebut menjadi wadah bertemunya para pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan pekerja.
Pencari Kerja agar Tidak Rendah Diri
Ia pun mengingatkan para pencari kerja agar merasa tidak rendah diri untuk bisa bersaing memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Semangat harus dijaga dan diperkuat. Jangan malu walau memiliki kekurangan.
“Jadikanlah kekurangan tersebut sebagai penambah semangat. Bahwa semua orang punya peluang dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan yang layak sesuai yang diharapkan,” ujar Bupati.
Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini pun meminta ke depan, kegiatan serupa bisa terus ditingkatkan. Baik secara kuantitas pelaksanaannya maupun kualitas penyelenggaraannya. Tidak hanya melibatkan perusahaan-perusahaan besar saja. Namun, juga bisa menggandeng perusahaan skala menengah dan kecil, karena mereka tentunya juga butuh karyawan.
“Untuk itu, ke depan kegiatan seperti ini harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Invetarisir perusahaan yang ada. Sehingga perusahaan yang terlihat bisa lebih banyak lagi kedepanya,” imbuhnya.
Dengan begitu, jumlah lowong pekerjaan yang tersedia bisa lebih banyak lagi. Dan, angkatan kerja yang terserap tentunya juga semakin banyak. Pada akhirnya bisa menekan jumlah pengangguran di daerah ini. “Bila perlu anggaranya pelaksanaanya ditambah,” tegas Pathul. (kir)



