BerandaNTBLOMBOK TENGAHPemkab Loteng Siapkan Enam Hektare Lahan di Lantan untuk Venue Berkuda dan...

Pemkab Loteng Siapkan Enam Hektare Lahan di Lantan untuk Venue Berkuda dan Memanah PON 2028

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) telah menyiapkan lahan seluas enam hektare di area sirkuit Lantan Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara, sebagai lokasi rencana pembangunan arena pacuan kuda dan memanah. Selain akan menjadi pusat aktivitas berkuda dan memanah di Loteng, fasilitas tersebut direncanakan juga dipersiapkan menjadi salah satu venue ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT tahun 2028, khususnya untuk cabang olahraga berkuda dan memanah.

Proses pengukuran lahan pun sudah dilakukan sebagai bagian dari proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) arena berkuda dan memanah.

“Total luas lahan sirkuit Lantan ada sekitar 19 hektare dan kami sudah bersepakat untuk berikan seluas enam hektare (untuk arena berkuda dan memanah, red),” ungkap Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., akhir pekan kemarin.

Proses pembangunan fasilitas tersebut nanti sepenuhnya akan diserahkan ke KONI Pusat bersama pengurus cabang olahraga (cabor) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Berkuda Memanah. Pemkab Loteng hanya menyiapkan lahan.

Cabor Berkuda dan Memanah sendiri resmi masuk sebagai salah satu cabor yang akan dipertandingkan untuk pertama kalinya pada PON XXII tahun 2028 mendatang. Di mana NTB dan NTT menjadi tuan rumah bersama. “Dari diskusi yang ada pembangunan fasilitas di Lantan memang untuk itu (PON 2028),” imbuh Pathul.

Keberadaan fasilitas tersebut ke depannya diharapkan bisa meningkatkan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Dengan sendirinya juga akan turut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan semakin banyaknya aktivitas, daerah tersebut ikut berkembang. Masyarakat pun akan merasakan manfaatnya.

Terkait penggunaan sisa lahan yang ada, Pathul mengatakan akan melihat perkembangan ke depan. Apapun itu, lahan tersebut tetaplah lahan masyarakat Loteng. Jadi pemanfaatannya harus benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Itu (lahan sirkuit Lantan) tanah masyarakat Loteng yang harus dikaryakan demi masa depan pembangunan di daerah ini,” tandas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO