Mataram (Suara NTB) – Empat unit seaplane atau pesawat amfibi direncanakan mendarat perdana di Bendungan Batujai, Lombok Tengah pada 17 Desember 2026 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) NTB ke-68. Hingga kini, rencana pendaratan seaplane tersebut masih dalam proses perizinan operasional.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Ervan Anwar, mengatakan pihaknya masih melengkapi sejumlah persyaratan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait izin pemanfaatan wilayah perairan.
“Masih di ruang ticketing ya. Kemarin (pihak maskapai) sudah di Benoa sebelum di Batujai. Karena banyak item izin air sama item-item yang harus dipenuhi,” ujarnya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Perizinan dari Kementerian PU, lanjutnya hingga saat ini masih diupayakan dan berada dalam tahap penyelesaian. Ervan mengaku pihaknya rutin berkoordinasi intensif dengan Kemenhub berkaitan dengan pengadaan pesawat amfibi itu.
“Dengan pihak Benoa sudah selesai ya. Harapannya, kan di bandara dulu baru mendarat di Bendungan Batujai,” katanya.
Selain mengurus perizinan untuk mendarat di Bendungan Batujai, Ervan mengungkapkan kawasan Pantai Sire di Lombok Utara juga masuk dalam skema rute penerbangan seaplane ini.
“Tahun ini sedang mengurus izin KKPRL-nya kalau untuk di Pantai Sire. Kemarin dia sudah selesai sama Benoa, sudah MoU,” tegas Ervan.
Ervan membocorkan, maskapai yang siap bekerja sama dengan Pemprov NTB adalah PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (Aman Air) dengan menyiapkan empat unit pesawat.
“Ada empat ya pesawatnya. Mudahan ini menjadi kado ulang tahun NTB,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjadikan Bendungan Batujai sebagai Waterbase Seaplane di NTB telah disepakati bersama Kemenhub.
“Tadi Pak Menteri menyempatkan diri menyaksikan penandatanganan. Ini akan memulai persiapan untuk pembukaan waterbase seaplane di Bendungan Batujai,” ujar Iqbal, Sabtu (28/2/2026).
Iqbal menjelaskan, keberadaan Waterbase Seaplane di Bendungan Batujai nantinya akan terkoneksi langsung dengan Bandara Internasional Lombok yang berada di sebelah selatan. “Jadi saat ini persiapan itu sudah resmi, meskipun penjajakan sudah lama dilakukan,” ungkapnya.
Dengan penandatanganan MoU tersebut, persiapan operasional penerbangan seaplane dari Lombok menuju berbagai destinasi wisata kepulauan akan dimulai secara sistematis. Meski begitu, terdapat beberapa regulasi teknis dari Kemenhub yang harus segera dipenuhi. “Nanti ada regulasi baru khusus seaplane dari Kemenhub,” pungkasnya. (era)



