BerandaNTBLOMBOK TIMURIGD RSUD Soedjono Selong Layani 41 Pasien per Hari

IGD RSUD Soedjono Selong Layani 41 Pasien per Hari

Selong (Suara NTB) – Tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan sejak Juli 2026 menjadi tantangan bagi RSUD dr. R. Soedjono Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Dalam satu bulan terakhir, Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut rata-rata melayani 41 pasien per hari. Sementara itu, kapasitas rawat inap yang tersedia sebanyak 302 tempat tidur harus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan berbagai kondisi medis.


Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. H. Lalu Ofan Hendardi, M.Kes., mengungkapkan, sepanjang September 2026, jumlah pasien yang masuk ke IGD mencapai 1.241 orang.


“Dalam satu bulan terakhir, IGD rata-rata melayani 41 pasien setiap hari. Pada saat yang sama, kebutuhan rawat inap juga tinggi,” ujar Ofan.
Menurutnya, kapasitas 302 tempat tidur menuntut pengelolaan ruang perawatan secara cermat. Terutama ketika pasien yang membutuhkan rawat inap terus berdatangan, sementara pasien yang sedang dirawat masih memerlukan penanganan medis.


Kondisi tersebut membuat ketersediaan tempat tidur di sejumlah ruang perawatan dapat berada dalam kondisi penuh pada waktu tertentu.


Tingginya kebutuhan rawat inap turut berkaitan dengan beragam kasus penyakit yang ditangani rumah sakit. Berdasarkan data sepuluh penyakit terbanyak pasien rawat inap, kasus yang tercatat meliputi stroke iskemik, preeklamsia berat, infeksi paru-paru, gagal jantung, ketuban pecah dini, talasemia, anemia, gangguan pernapasan pada bayi, perdarahan otak, dan serangan jantung akut.


Sejumlah penyakit tersebut membutuhkan pemantauan ketat, tindakan medis, hingga perawatan berkelanjutan sesuai tingkat keparahan pasien.


Pasien dengan stroke, perdarahan otak, serangan jantung akut, dan gagal jantung, misalnya, dapat membutuhkan pengawasan intensif. Sementara itu, kasus preeklamsia berat, ketuban pecah dini, serta gangguan pernapasan pada bayi memerlukan penanganan tepat untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Ofan menegaskan, persoalan ketersediaan tempat tidur harus dipahami sebagai bagian dari pengelolaan kebutuhan pelayanan medis, bukan semata-mata persoalan jumlah kamar.


Kebutuhan pelayanan kesehatan di RSUD dr. R. Soedjono Selong tidak hanya terlihat di IGD dan ruang rawat inap. Pelayanan poliklinik juga menangani berbagai penyakit kronis dan gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan serta pemantauan berkala.


Data sepuluh penyakit terbanyak pasien rawat jalan mencakup gagal ginjal kronis, gagal jantung, nyeri punggung bawah, penyakit jantung aterosklerotik, batu ginjal, sekuele infark serebral, stroke iskemik, epilepsi, HIV, dan gangguan kecemasan menyeluruh.


Kasus-kasus tersebut menunjukkan beragam kebutuhan pelayanan, mulai dari penyakit ginjal dan kardiovaskular hingga gangguan neurologis, penyakit infeksi, serta kesehatan mental.


Pasien dengan gagal ginjal kronis, gagal jantung, dan penyakit jantung aterosklerotik dapat memerlukan pengobatan serta pemantauan jangka panjang. Demikian pula pasien dengan riwayat stroke, epilepsi, HIV, maupun gangguan kecemasan menyeluruh yang membutuhkan pelayanan sesuai kondisi masing-masing.


Meski pasien rawat jalan umumnya tidak memerlukan tempat tidur inap, tingginya kebutuhan kunjungan poliklinik tetap menuntut pengaturan jadwal pemeriksaan, alur pelayanan, dan koordinasi tenaga kesehatan.
Di tengah tingginya kebutuhan pelayanan, RSUD dr. R. Soedjono Selong menempatkan tingkat kegawatan dan kebutuhan klinis sebagai dasar penanganan pasien.


Koordinasi antara petugas IGD, dokter penanggung jawab pelayanan, serta unit rawat inap menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran proses penanganan dan pemindahan pasien tanpa mengabaikan keselamatan.
Rumah sakit juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan. Keluhan yang tidak tergolong gawat darurat dapat diperiksakan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai ketentuan yang berlaku.


Namun, masyarakat yang mengalami gejala darurat, seperti sesak napas berat, nyeri dada berat, penurunan kesadaran, gejala stroke mendadak, atau perdarahan hebat, perlu segera mencari pertolongan medis. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO