BerandaNTBLOMBOK UTARAAsesmen APJ, Tim Simpul KPBU Minta Sarpras Tahan Korosi dan Ramah Penyu

Asesmen APJ, Tim Simpul KPBU Minta Sarpras Tahan Korosi dan Ramah Penyu

Tanjung (Suara NTB) – Setiba di Kabupaten Lombok Utara (KLU), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) bersama konsultan, melakukan survei lapangan dengan didampingi Tim Simpul Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) KLU. Dari sejumlah titik yang sudah dikunjungi, Tim Simpul memiliki catatan substantif perihal sarana dan prasarana Alat Penerangan Jalan (APJ) yang nantinya diadakan.

Ketua Tim Simpul KPBU APJ, Ir. Hermanto, Jumat (23/10/2026) mengungkapkan, kunjungan lapangan dari PII dan Konsultan, diproyeksikan akan berlangsung selama sekitar tiga bulan. Survei lapangan ini bertujuan menilai kualitas APJ eksisting yang dimiliki Pemda KLU, untuk selanjutnya disimpulkan apakah layak atau tidak dimasukkan ke dalam item kontrak KPBU.

Hermanto menjelaskan, pemerintah daerah menargetkan volume APJ terkontrak pada KPBU sebanyak 7.000 unit. Diharapkan, dari jumlah tersebut terdapat APJ eksisting yang dapat dimasukkan dalam kontrak.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan KLU, kata dia, terdapat sekitar 4.407 unit APJ eksisting di seluruh ruas jalan di Lombok Utara. Terdiri dari 4.306 titik lampu yang menggunakan kWh, dan 101 yang menggunakan tenaga Surya. Dari jumlah itu pula, kondisi APJ dalam kondisi Baik (Menyala) sebanyak 3.399 titik dan Kondisi Rusak (Tidak Menyala) sebanyak 1.007 titik.

Proses penilaian oleh konsultan mencakup seluruh titik tersebut. Pemerintah daerah nantinya bisa memasukkan titik-titik APJ jika dalam hasil penilaian, komponen APJ memenuhi standar. Sebaliknya, jika standar tidak terpenuhi, pemerintah daerah dapat melakukan retrofit atau memasang komponen, teknologi, atau fitur baru yang dimodifikasi ke dalam APJ sehingga dinyatakan layak.

Hal senada dikatakan Sekretaris Tim Simul, Lalu Husnul Habib, ST. Ia mengakui, Tim Simpul turut mendampingi Tim PII dan Konsultan yang ditunjuk PII. Sejumlah titik lampu pada beberapa ruas jalan di Kabupaten Lombok Utara, sudah dikunjungi.

“Pertengahan pekan ini, kami ikut survei di sekitaran Tanjung, Pemenang, lali siang harinya ke Gili Trawangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Tim Simpul KPBU sedang mencari solusi terhadap spesifikasi APJ eksisting baik APJ di wilayah darat maupun APJ di tiga Gili.

“Kita sedang mencari solusi, spesifikasi komponen tiang dan lain-lain agar tahan korosi. Karena tiga Gili letaknya di tengah laut, tentu speknya harus lebih tinggi dari pada di darat,” ujarnya.

Ia meyakini, dengan keberadaan tim teknis Dinas Perhubungan dan konsultan PDF (Project Development Feasibility) yang ahli di bidangnya, akan ada jalan keluar terhadap kebutuhan APJ sesuai kondisi geografis daerah.

Spesifikasi lampu tidak hanya tahan korosi. Tetapi, aspek lampu yang diadakan nantinya juga ramah terhadap ekosistem lingkungan dan kebutuhan pariwisata.

Pihaknya sudah memberi masukan sebagai bahan catatan Tim Konsultan PDF. Misalnya, pengadaan hingga posisi pemasangan titik lampu APJ  mempertimbangkan keberlangsungan habitat penyu.

“Lampu atau pencahayaan buatan di pantai sangat merugikan kembang biak penyu. Cahaya terang mengusir atau membuat penyu betina stres saat akan bertelur, serta menyebabkan tukik (anak penyu) mengalami disorientasi atau tersesat ke arah daratan, sehingga berisiko mati karena dehidrasi, terlindas kendaraan, atau dimangsa predator. Banyak hal yang perlu kita sesuaikan, selain aspek KPBU ini harus sesuai dengan regulasi,” tandasnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO