Bima (Suara NTB) – Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bima, Hariman meminta kepala sekolah menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Evaluasi kondisi sekolah, termasuk hasil literasi dan numerasi dalam rapor pendidikan perlu menjadi pijakan dalam menentukan program perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Hal tersebut disampaikan Hariman saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Leadership Kepala Sekolah se-Kabupaten Bima yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima bermitra dengan INOVASI. Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah TK, SD, dan SMP di Aula Dikbudpora Kabupaten Bima pada Pekan ini.
Hariman mengatakan, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah dan berorientasi pada capaian belajar siswa. Karena itu, program sekolah perlu diarahkan untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, serta pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, kepala sekolah perlu meninggalkan pola pengambilan keputusan yang hanya mengandalkan intuisi. Data harus dibaca dan dianalisis sebelum sekolah menentukan langkah perbaikan. Proses tersebut mencakup pengumpulan data, analisis, pengambilan keputusan, pelaksanaan tindakan, hingga evaluasi dampak.
Rapor pendidikan lanjutnya, tidak semestinya hanya menjadi laporan tahunan. Hasil pemetaan tersebut perlu digunakan untuk mengidentifikasi persoalan dan menentukan intervensi yang tepat.
Jika capaian literasi dan numerasi siswa masih rendah, misalnya, kepala sekolah tidak seharusnya langsung menambah jam pelajaran tanpa mengetahui penyebabnya. Sekolah perlu mendengarkan masukan guru dan siswa, mengidentifikasi akar persoalan, serta memberikan pendampingan kepada guru sebelum menetapkan program perbaikan.
“Kepala sekolah tidak bisa lagi hanya mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan. Kepemimpinan harus berbasis data, mulai dari membaca kondisi sekolah, menganalisis persoalan, menentukan langkah perbaikan, hingga mengevaluasi dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa,” katanya.
Hariman juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner, reflektif, humanis, berbasis data, serta berintegritas dan berprinsip. Kepala sekolah dituntut tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga bersedia mendengarkan, mendampingi guru, dan mengevaluasi hasil program yang dijalankan.
Seluruh program sekolah juga perlu selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Bima, yakni Bima Bermartabat yang Berkemajuan, Makmur, Tangguh, dan Berkelanjutan. Keselarasan tersebut diharapkan tercermin dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian siswa.
“Rapor Pendidikan jangan hanya dipandang sebagai laporan tahunan, tetapi harus menjadi dasar untuk menentukan prioritas perbaikan. Jika capaian literasi dan numerasi masih rendah, kepala sekolah perlu mencari akar persoalannya dengan mendengarkan guru dan siswa sebelum menetapkan program yang tepat,” pungkasnya. (hir)



